/
Kamis, 27 April 2023 | 16:47 WIB
Ari Wibowo dan Inge Anugrah (Instagram)

Kabar perceraian Ari Wibowo dan Inge Anugrah membuat imej sang aktor menjadi bulan-bulanan. Sebab Ari dilabeli sebagai pria pelit karena hanya memberikan nafkah Rp10 juta kepada Inge melalui kartu kredit.

Hal ini dibantah kubu Ari, lengkap dengan beredarnya rincian pengeluaran bulanan Inge. Salah satu yang disorot publik adalah Ari hanya memberikan Rp500 ribu kepada mertuanya.

Yang tak disangka, uang setengah juta Rupiah itu ternyata hanya diberikan sekali seumur hidup, yakni saat Hari Raya Imlek. Hal ini seperti diungkap pengacara Inge, Petrus, di tayangan YouTube Cumicumi.

"Saya sudah ketemu orangtua Ari, yang dibilang dikasih THR yang Rp500 (ribu) itu. Sudah ketemu orangtuanya, saya tanya, 'Bu, katanya dikasih uang Rp500 (ribu)?'" ujar Petrus, dikutip pada Kamis (27/4/2023).

"Ibunya Inge bilang, 'Aduh Pak Petrus, ada ceritanya uang Rp500 (ribu) itu. Dulu sekali dan hanya sekali itu diberikan waktu Imlek. Imlek yang bertahun-tahun ini nggak ada dan saya sebagai orang tua juga nggak minta'," sambungnya.

Padahal pengeluaran sebesar Rp500 ribu untuk mertua saja sudah membuat Ari menjadi bulan-bulanan karena dianggap kelewat sedikit, meski beberapa warganet juga menilai bukan kewajiban sang aktor juga untuk memberikan uang kepada orang tua Inge.

"Jadi kalau dulu yang sekali dikasih 500 buat mertua, itu uang waktu Imlek, dan hanya sekali itu saja," tegas Petrus.

Dalam kesempatan yang sama, Petrus juga menjelaskan perihal penggunaan kartu kredit sebesar Rp10 juta. Petrus tak menampik memang beberapa kali pengeluaran bulanan mencapai lebih dari limit kartu kredit tersebut.

"Untuk kebutuhan rumah tangga itu Rp10-11 juta menggunakan kartu kredit. Misalnya yang Rp10 (juta) jadi Rp13 (juta) itu kebutuhan insidentil, misalnya dokter gigi," tutur Petrus.

Baca Juga: Kasus Makan Babi, Lina Mukherjee Resmi Tersangka

Lalu perkara uang tunai di brankas yang menurut Ari bisa diakses dengan bebas oleh Inge. Petrus menjelaskan uang tunai di sana dipakai untuk mengisi bensin kendaraan mereka yang dalam sebulan bisa mencapai jutaan Rupiah.

"Benar ada uang di brankas tapi bukan uang pribadinya Ibu Inge yang bisa dipakai. (Lalu) dipakai untuk apa? Isi bensin," ujar Petrus.

"Mereka punya 2 mobil, sekali isi bensin setiap 5-6 hari (sebesar) Rp600-700 ribu, jadi kalau 2 mobil berarti seminggu atau tiap 5 hari berarti Rp1,2 (juta). Sebulan kan isi berapa kali, kan total ketahuan bisa Rp6 juta, Rp7 juta," tandasnya.

Load More