/
Rabu, 03 Mei 2023 | 17:30 WIB
CEK FAKTA: Ida Dayak Terkapar Lemas Saat Obati Penyakit Aneh Mamah Dedeh (YouTube/Samudera Informasi)

Beredar narasi Ida Dayak terpakar lemas saat mengobati penyakit aneh yang diderita oleh pendakwah kondang Mamah Dedeh.

Klaim ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Samudera Informasi pada Selasa (2/5/2023).

Dalam unggahannya, kanal YouTube yang telah memiliki lebih dari 235 ribu subsciber ini menuliskan judul sebagai berikut, "Ibu Ida Dayak Terkapar Lemas, Saat Obati Penyaklt Aneh Mamah Dedeh".

Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis keterangan yang senada, "IBU IDA DAYAK TERKEJUT SAAT OBATI PENYAKIT ANEH MAMA DEDEH".

Lalu, benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Ida Dayak terkapar lemah saat mengobati penyakit aneh pendakwah kondang Mamah Dedeh adalah tidak benar.

Dalam unggahan berdurasi 5 menit 59 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul video. Pasalnya, sebagian besar tayangan ini hanya berisi foto Mamah Dedeh.

Selain itu, narator dalam video ini pun hanya mengulas soal fenomena Ida Dayak.

Baca Juga: 5 Fakta Klarifikasi Tenri Ajeng, Bantah Pernah Berhubungan Badan dengan Virgoun

Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar Ida Dayak terkapar lemah saat mengobati penyakit aneh Mamah Dedeh.

Simpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa narasi Ida Dayak terkapar lemah saat mengobati penyakit aneh Mamah Dedeh adalah tidak benar.

Unggahan kanal YouTube Samudera Informasi tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi. 

Load More