/
Rabu, 21 Juni 2023 | 13:20 WIB
Jaksa penuntut umum (JPU) menegur Mario Dandy Satriyo yang menggunakan kemeja batik di sidang kasus penganiayaan berat berencana David Ozora, Selasa (20/6/2023). ((Suara.com/Rakha))

Mario Dandy Satriyo kerap menunjukkan hal tidak terduga atau tidak dilakukan umum sehingga membuatnya tampak beda.

Mario Dandy Satriyo (20) kerap menunjukkan perilaku yang membuat umum bertanya-tanya soal kejiwaannya. Akan tetapi, di sisi lain disebutkan pula bila tingkah lain daripada biasa seperti ditunjukkannya adalah taktik. Membuat berbagai pihak maklum, sehingga hukuman bakal dikurangi.

Di antara sikap dan perilaku yang ditunjukkan Mario Dandy Satriyo, pelaku penganiayaan berat terencana atas anak korban Cristalino David Ozora Latumahina (17) adalah minta maaf kepada korban dan keluarganya sembari memberikan senyum cengengesan yang disebutkan kuasa hukumnya sebagai sikap tertekan.

Kemudian sikap pongah, kepala tegak dengan mata nyalang saat dibawa petugas dari rumah tahanan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) rekonstruksi kejadian penganiayaan di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan. Tingkah yang sama diperlihatkannya saat gelar konferensi pers di Polres Jakarta Selatan.

Juga adegan memasang kabel ties sendiri, saat disorot kamera video yang telah menjadi konsumsi publik dan viral, hingga membuat Kapolda Metro Jaya minta maaf.

Terkini adalah perilaku yang ditunjukkan saat menghadiri sidang kasus penganiayaan berat berencana terhadap anak korban Cristalino David Ozora Latumahina yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (20/6/2023).

Dikutip dari kanal News Suara.com, Mario Dandy Satriyo benar-benar tampil dendi (dandy) seperti namanya sendiri. Mengenakan atasan kemeja batik dipadu celana panjang hitam, dipadu sepatu pantofel. Layaknya lelaki muda menghadiri kondangan.

Bila disimak lebih jauh, batik yang ia kenakan adalah model kekinian, berbahan lembut, bisa saja model kemeja batik sutera, dengan pola dan corak warna bikin gagah. Serta memiliki lengan panjang, yang lebih tepat digunakan untuk acara semi resmi hingga resmi.

Jaksa penuntut umum (JPU) menegur penampilan Mario Dandy Satriyo ini.

"Izin untuk terdakwa Mario, terdakwa Mario dalam persidangan ke depan mohon pakaiannya hitam putih saja," demikian perintah jaksa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mendengar hal itu, Mario Dandy Satriyo spontan menoleh ke arah jaksa lalu mengangguk. Setelah itu, Mario Dandy Satriyo yang disidang bersama terdakwa lainnya, yaitu kaki tangan yang membantunya dalam kasus itu, Shane Lukas Pangodian Lumbantoruan (19) kembali menggunakan rompi merah tahanan kejaksaam berwarna merah.

"Terima kasih," lanjut jaksa.

Terdakwa Mario Dandy (batik hijau) dan Shane Lukas (kemeja putih) saat menjalani sidang kasus David Ozora di PN Jakarta Selatan (sumber: [Suara.com/Rakha].)

Rupanya, tidak sekali itu Mario Dandy Satriyo mengenakan kemeja batik. Memang, di awal persidangan ia tampil dalam kemeja putih dan celana panjang hitam. Namun mulai persidangan Kamis (15/6/2023) mengenakan kemeja batik hijau lengan panjang, dan Selasa (20/6/2023) juga tampil dendi dengan busana pilihannya, batik hitam.

Sementara Shane Lukas Pangodian Lumbantoruan selalu tampil formal standar mengenakan paduan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Dalam perkara ini, jaksa mendakwa Mario Dandy Satriyo dengan Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat dalam perkara ini.

Sementara, Shane Lukas Pangodian Lumbantoruan didakwa dengan Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat subsider kedua Pasal 76 C Pasal 80 Ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Load More