/
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 07:37 WIB
Gedung MPR/DPR RI ((Suara.com/Novian))

Informasi tidak benar tentang tuntutan rakyat yang menginginkan Presiden RI mundur dari jabatannya.

Di kanal YouTube beredar kabar disinformasi bahwa rakyat Indonesia menggelar aksi dalam rangka menuntut Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya. Bentuknya adalah video, diunggah akun bernama Gajah Mada TV dengan judul "AKSI TURUNKAN JOKOWI SIANG INI! RAKYAT TUNTUT JOKOWI MUNDUR & MINTA DPR & MPR GELAR SIDANG ADILI JKW".

Foto thumbnail adalah pasukan huru-hara serta Istana Merdeka, serta lautan massa.

Narasinya rakyat Indonesia menggelar aksi Presiden Joko Widodo untuk turun dari jabatannya. Selain itu, DPR dan MPR pun juga diminta mengadakan sidang untuk mengadili Presiden Jokowi.

Benarkah isi berita yang disebarkan video itu?

CEK FAKTA

Berita ini tidak benar atau salah, tidak ada gelar aksi untuk minta Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya.

PENJELASAN

Turnbackhoax.id melakukan penelusuran, hasilnya sebagai berikut:

* Berita yang dibacakan narator tidak sesuai dengan judul.
Fakta: narator hanya membaca ulang artikel opini dari laman website Suara Nasional berjudul "Setop Era Kedunguan dan Kepalsuan!", yang diunggah 20 Juli 2023.

Dalam artikel asli penulis beropini bahwa era pemerintahan Jokowi merupakan era pemerintahan paling kelam karena negara dianggap telah berstatus darurat restorasi.

Selain itu, lembaga negara di era ini juga dianggap tidak memiliki kredibilitas karena telah ikut berkonspirasi dengan presiden dalam kedunguan dan kepalsuan.

Dengan demikian, video berjudul "AKSI TURUNKAN JOKOWI SIANG INI! RAKYAT TUNTUT JOKOWI MUNDUR & MINTA DPR & MPR GELAR SIDANG ADILI JKW" memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More