Review jujur silakan, marah juga ada haknya. Akan tetapi bisnis bisa tetap bergulir setelah kejadian ini. Kok bisa?
Di jagad TikTok, soal review jujur TikToker bernama Aa Juju yang menyampaikan hidangan Nyak Kopsah Madun Oseng di Bendungan Sipon, dekat rumah sakit umum di Kota Tangerang telah melahirkan begitu banyak pecahan topik dan ikut viral pula.
Misalnya langkah pembelaan dari pembela Madun Oseng sampai menyenggol fisik salah satu reviewer makanan. Atau reviewer-reviewer ikut gelombang viral alias riding the wave mengutarakan soal rasa hidangan buatan Madun Oseng.
Seorang TikToker pencinta kucing dengan akun bernama @kucingomwepe yang menjadi ayah dari tujuh ekor anabul itu juga angkat bicara.
Om Wepe yang memiliki 747,6K follower mengajak followernya mencari tahu kejadian ini dan apa yang bisa dipelajari dari kejadian viral Aa Juju dan Madun Oseng Nyak Kopsah. Bukan mencari siapa salah atau siapa benar, akan tetapi bagaimana menyikapi kejadian seperti ini.
Hasilnya:
* Faktanya, orang lebih bereaksi terhadap cerita-cerita berbau negatif. Contohnya perceraian artis, sudah pasti lebih memancing obrolan dibanding mengobrolkan pernikahan harmonis.
* Content creator yang sifatnya netral atau sering muji-muji atau review nya baik-baik terus malah tidak laku. Karena penikmat berita TikTok lebih terpikat pada hal-hal di luar nurul (baca: nalar).
* Bila ingin viral harus ada di titik-titik yang bisa membuat review negatif.
* Orang yang diserang, semakin tantrum semakin viral. Semakin tantrum semakin seru kita nontonnya. Semakin banyak bumbunya.
Jadi saran Om Wepe, bila kita adalah pemilik bisnis dan mendapat review negatif tidak usah panik.
"Diam saja dulu, tidak usah tantrum, sambil membaca situasi. Tidak perlu buru-buru minta maaf juga, yang penting jangan tantrum," tandasnya.
Dan lebih seru adalah, apakah bisnis-bisnis yang diserang dan menunjukkan tantrum akan tutup?
"Belum tentu. Yang namanya bisnis akan ada naik turunnya. Nyak Kopsah juga tidak akan segitu-gitunya bankrut, karena rezeki sudah ada yang mengatur, dan dinamika bisnis ya hal-hal wajar saja, tidak perlu merasa jadi korban. Karena alasan seseorang datang ke suatu restoran juga macam-macam. Yang cari makanan enak ada, yang cari makanan bersih ada, yang cari makanan sehat ada. Tapi ada juga orang-orang yang datang untuk ramai-ramai dan FOMO (Fear of Missing Out)," tandas Om Wepe.
Ia juga menyimak bahwa Warung Nyak Kopsah adalah khas Betawi, suasana keakraban Betawi yang ditawarkan, saya tidak heran kalau orang masuk ke sana, karena yang dicai adalah kebersamaannya, ketawa-ketawanya, energinya," lanjutnya.
Nah, kini peluang di tengah-tengahnya review negatif ini, kalau ada content creator yang mendatangi warung Nyak Kopsah dan memberitakan informasi-informasi berbeda, bertentangan dengan kabar yang beredar, pasti banyak yang nonton juga.
Tuh, diberi ide!
Berita Terkait
-
Nyak Kopsah a.k.a Madun Oseng Dikritisi, Pandangan Anne Avantie di Podcast Helmy Yahya di Atas Rata-Rata
-
Review Oseng-oseng Bang Madun dari Pengunjung Biasa: Enak tapi Tidak Segar, Tempatnya..
-
Profil Codeblu: Food Vlogger Kritik Warung Makan Bang Madun, Identitas Dibongkar Farida Nurhan
-
Kemarin Ngamuk, Nyak Kopsah Kini Terima Kasih ke A Juju Usai Warung Makannya Diulas Negatif
-
Bunda Corla Samakan Warung Nyak Kopsah Seperti McDonald's di Jerman, Kotor Jika Ramai Pengunjung
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?