Sebuah keputusan bertenggang rasa agar pesta demokrasi berjalan lancar.
Tahun depan, Pemilihan Umum atau Pemilu di Tanah Air jatuh pada 14 Februari 2024. Bertepatan dengan perayaan hari raya Rabu Abu.
Hari raya Rabu Abu adalah salah satu hari raya penting bagi umat Katolik. Pada hari itu umat Katolik melaksanakan misa di gereja, untuk menandai Rabu pertama dimulainya masa Prapaskah. Juga mengawali puasa 40 hari menjelang Paskah.
Dikutip dari unggahan TikTok atas nama Gerakan PIS Official Account, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menggelar musyawarah yang dihadiri Romo Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo dan beberapa petinggi KAJ.
Hasilnya adalah keputusan bahwa hari raya Rabu Abu yang jatuh pada Rabu, 14 Februari 2024 diubah menjadi 13 Februari 2024.
"Kalau pun ada misa digelar pada Rabu, waktunya adalah sore setelah jam pencoblosan pemilu selesai," jelas pembicara dari PIS.
Keputusan ini disebutkan sungguh keren, karena memberikan ruang sebesar-besarnya bagi pelaksanaan pesta demokrasi Indonesia. Sebuah wujud tenggang rasa yang mencerminkan sikap menghargai dan menghormati orang lain.
Berita Terkait
-
Pemilih Pemilu 2024 Didominasi Kaum Muda, Apakah Gibran Mampu Gaet Suara?
-
Wamendagri Sebut FKUB Punya Peran Strategis untuk Sukseskan Pemilu
-
Politikus PDI Perjuangan Sebut Tidak Pernah Meninggalkan Jokowi: Dia yang Meninggalkan Kita dengan Luka dan Air Mata!
-
KPU Pastikan Warga Eks Kampung Bayam Bisa Nyoblos Saat Pemilu, Ini Lokasinya
-
Umumkan Cawapresnya, Prabowo Subianto Tunggu Izin Presiden Jokowi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali