Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim Suku Dayak ngamuk menolak kedatangan Presiden Jokowi (Joko Widodo).
Kabar soal Suku Dayak ngamuk itu diinformasikan melalui cuitan Twitter berupa video dari akun CERITA RAKYAT.
Dalam cuitannya akun tersebut juga mengklaim Ibu Kota Negara alias IKN terancam gagal.
"KALIMANTAN TOLAK KEDATANGAN JOKOWI IKN TERANCAM Gagal SUKU DAYAK NGAMUK,” tulis narasi unggahan itu.
“NEWS KALIMANTAN TOLAK KEDATANGAN JOKOWI… !! – IKN TERANCAM Gagal… !! SUKU DAYAK NGAMUK !! VIRAL HARI,” tulis cuitan akun tersebut.
Penjelasan
Usai dilakukan penelusuran turnbackhoax.id (Jaringan Suara.com) mengacu 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News.
Konten tersebut termasuk dalam konten menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.
Konten tersebut dinilai menimbulkan kesimpulan yang MENYESAYKAN. Faktanya, video yang diunggah bukan tentang menolak kedatangan Jokowi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Rumah Cak Nun Disegel Densus 88, Keluarga Sampai Diseret Paksa, Benarkah?
Video yang dibagikan berisi kecaman terhadap pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai sebagai penghinaan terhadap orang Kalimantan.
Verifikasi Video
Video yang identik dengan yang dibagikan akun Twitter tersebut yakni video dari Shello News di YouTube: “Panglima Tambak Baya Titisan Panglima Burung : Kecam Komentar Edy Mulyadi Yang Menghina Warga Kalimantan”
Referensi Lain
Suara Kalbar: “Bengkayang (Suara Kalbar) – Marselinus Mi’an Panglima Tambak Baya atau Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya (PBRTB) mengecam tindakan Edy Mulyadi seorang Politikus dari Partai PKS.”
Sementara, berdasarkan pasil pencarian Google – News, kata kunci: “kasus edy mulyadi kalimantan”.
Berita Terkait
-
Jeritan Warga Sekitar IKN, Kecewa Lahannya Dihargai Murah
-
Reaksi Jokowi Saat Lihat Minyak Goreng Rp 15 Ribu di Pasar Baturiti
-
5 Potret Anggun Selvi Ananda Berkebaya, Mantan Putri Solo yang Kecantikannya Sempat Menghipnotis Iriana Jokowi
-
Daftar Investor yang Akan Segera Lakukan Pembangunan di IKN
-
CEK FAKTA: Bersih-bersih Kabinet dari Penghianat, Benarkah Presiden Jokowi Copot 6 Menteri Sekaligus?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'