/
Kamis, 18 Mei 2023 | 15:45 WIB
Kericuhan antara kubu Indonesia dan Thailand di laga final Sea Games 2023 Kamboja (YouTube/Entertainment Mediacorp)

Insiden bakul pukul yang terjadi di final SEA Games 2023 antara Timnas Indonesia vs Thailand berbuntut panjang. Akibat kelakukan ofisial dan pemain yang tak terkendali di laga final itu, wakil ketum PSSI-nya, FAT, Yuttana Yimkarun memutuskan mundur. 

Mengutip dari laporan media Vietnam, plo.vn, Yuttana yang juga manajer Timnas Thailand U-22 di SEA Games 2023 merasa bertanggung jawab atas skandal tersebut. 

"Wakil presiden asosiasi sepak bola Thailand (FAT), Yuttana Yimkarun yang juga ketua delegasi tim Thailand U-22 angkat bicara dan bertanggung jawab atas skandal di final SEA Games 2023. Ia mengundurkan diri," tulis laporan media tersebut. 

Menurut Yuttana, ia merasa bahwa keputusannya untuk mundur juga disebabkan Thailand U-22 yang bermain tidak bagus selama perhelatan SEA Games 2023. 

"Tim Thailand U-22 seharusnya bisa menerima kekalahan dari Indonesia. Tidak ada alasan lain. Kami melakukan kesalahan dan tidak memenuhi target kami untuk memenangkan SEA Games 2023," ungkapnya. 

"Para pemain dan beberapa ofisial yang terlibat perkelahian dengan tim Indonesia juga salah. Mereka tidak dapat mengendalikan emosi dengan baik," sambungnya. 

Sementara itu, Konfederasi sepak bola Asia, AFC seperti dilaporkan media Thailand, Thairath.co.th bersumber dari Reuters tengah mempertimbangkan akan memberi hukuman kepada timnas Thailand buntut dari rusuh final SEA Games 2023. 

Menurut laporan media lokal Thailand itu, AFC masih mempertimbangkan untuk menghukum timnas Thailand dan juga Indonesia karena aksi bukul di laga final SEA Games 2023. 

"AFC kecewa dengan kekacauan di final sepak bola SEA Games," tulis laporan itu berdasarkan ucapan dari juru bicara AFC. 

Baca Juga: Pasca Rusuh Final SEA Games 2023, Media Vietnam Singgung Soal Emas Timnas Indonesia: Bakal Hangus?

"AFC menekankan pentingnya fair play, saling menghormati dan sportivitas dan tidak akan mentolerir tindakan kekerasan semacam itu," kata juru bicara AFC. 

Load More