Isu bergabungnya PKB ke koalisi PDI Perjuangan (PDIP) terus bergulir. Lantas bagaimana nasib Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang digagas bersama Partai Gerindra?
Terkait ini, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menggambarkan proses kedekatan partainya dengan PDIP dan Gerindra.
Menurutnya, PKB memiliki sejarah kedekatan panjang dengan PDIP.
"Kalau kita lihat sejarah maka saya pikir yang paling panjang sejarahnya itu dengan PDIP," kata Gus Jazil, sapaan akrabnya, dalam Talk Show PKB Mendengar di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Gus Jazil mengungkapkan, sejak PKB didirkan hingga hari ini, partainya cuma berbeda jalan dengan PDIP saat pemeritahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama dua periode: 2004-2009 dan 2009-2014.
Saat itu, PDIP memilih berada di luar pemerintahan SBY, menjadi oposisi.
"Kemudian bersatu jalan lagi, ketika zaman Pak Jokowi, jadi 10 tahun," ujarnya.
Dengan demikian, kata Gus Jazil, PKB memiliki sejarah kedekatan lebih panjang dengan PDIP dan Partai Demokrat.
Sementara dengan Partai Gerindra, menurut dia, kedekatan kedua partai belum lama terjadi.
Baca Juga: Rendy Kjaernett Berdarah-darah Alami Kecelakaan di Tol Jatibening, Bagaimana Nasib Lady Nayoan?
Di samping pula Gerindra menjadi menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi selama periode kedua.
"Kalau Gerindra baru-baru cinta lokasi (cinlok), bertemu, terus kita tanda tangan," katanya.
Gus Jazil mengaku mengetahui banyak kalangan yang mempertanyakan mengapa koalisi Gerindra dan PKB belum juga mengumumkan pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2024.
"Kok enggak jadi-jadi, ya memang belum paham caranya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Belum Mulai, Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Dijuluki Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Masa
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
-
Buka-bukaan Jurnal Pribadi, Afgan Siap Bikin Penonton Nangis di Konser Retrospektif
-
Aturan Ganjil Genap Resmi Dicabut, Cek Jadwal Lengkapnya
-
5 Fakta Celyna Grace Finalis Indonesian Idol 2026, Dijuluki The Next Rossa
-
TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah
-
6 Compact Powder Murah tapi Bagus untuk Usia 40an, Wajah Nampak Halus Bebas Kilap