Kericuhan kembali pecah di pertandingan BRI Liga 1 2023/24. Bertempat di Stadion Jatidiri, Minggu (20/8) pada laga PSIS vs Persib, kericuhan terjadi antar suporter.
Di laman sosial media, viral sejumlah video yang memperlihatkan suporter saling serang di tribun penonton. Tidak hanya memaki dan menghina suporter lawan, sejumlah video juga perlihatkan aksi kekerasan.
Sebelum pertandingan PSIS vs Persib yang sajikan ricuh antar suporter, pada 15 Juli 2023 di Stadion Brawijaya saat laga Persik vs Arema juga terjadi keributan antar suporter.
Sebelumnya pihak PSSI dan otoritas liga PT LIB jauh-jauh hari sudah menerapkan aturan larangan laga tandang untuk suporter di musim ini, imbas dari tragedi Kanjuruhan yang tewas 135 suporter.
Kekerasan antar suporter yang kembali terjadi di BRI Liga 1 ini pun tuai banyak kecaman di laman sosial media. Tragedi yang tewaskan 135 suporter dianggap netizen belum cukup untuk sadarkan seluruh stackholder sepak bola nasional.
Namun sejatinya kekerasan antar suporter tidak hanya terjadi di sepak bola Indonesia. Yang harus digarisbawahi adalah negara maju sepak bola seperti Inggris, Brasil atau Argentina pun kerap terjadi ricuh antar suporter.
Akan tetapi ada baiknya tidak meniru hal buruk dari negeri orang. Baiknya meniru kedewasaan dan tingkah positif suporter dari negara lain, seperti Jepang misalnya.
Usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 antara Belgia vs Jepang, aksi berkelas suporter tim Matahari Terbit tuai pujian dari seluruh dunia.
Aksi suporter Jepang malah jadi buah bibir di seluruh dunia. Bayangkan saja harus tersingkir dengan cara menyakitkan para suporter Jepang masih meluangkan waktu mereka untuk memungut sampah di sekitaran Rostov Arena, Rostov-on-Don, Rusia tempat laga berlangsung.
Baca Juga: Lawan Persib Bandung Kalah, Siap-siap PSIS Dapat Sanksi dari PSSI Gegara Suporter Ricuh
Aksi memungut sampah suporter Jepang ini puan kemudian sempat ditiru oleh banyak suporter lain, termasuk di Indonesia.
Jika membandingkan aksi suporter Jepang dengan aksi suporter di Indonesia tentu banyak dimensi yang harus dilihat.
Meski sebenarnya melihat fenomena itu cukup dari sisi mentalita suporter, alasan yang selalu didengungkan oknum suporter saat mereka lakukan aksi negatif.
Apa itu sebenarnya mentalita suporter? Dikutip dari banyak referensi dan pengertian, mentalitas secara garis besar ialah jiwa bukan sekedar tampilan atau bentuk fisik, mereka yang berjiwa tak akan pernah mundur walau dengan penuh keterbatasan.
Mereka yang punya jiwa mentalita tidak akan pernah takut meski hanya sendiri , karena dilubuk hatinya telah di tanam jiwa pelawanan yang akan terus berkobar sebelum kebenaran menang secara mutlak.
Dari pengertian tersebut, apakah aksi-aksi negatif oknum suporter di Indonesia yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini sudah sesuai dengan mentalita suporter?
Justru aksi memungut sampah suporter Jepang itulah mengajarkan bahwa mereka memiliki jiwa tak hanya sekedar tampilan fisik untuk memberikan perlawanan terakhir persis yang dilakukan pemain Timnas Jepang di lapangan.
Suporter Jepang terus mengobarkan semangat kebenaran bahwa pertandingan sepakbola tetaplah sebuah pertandingan dengan semagat fair play dan menggunakan akal sehat lebih terhormat dibanding mengumbar emosi dan kemarahan saat mendapati kenyataan tim yang disayangi alami kekalahan.
Berita Terkait
-
Adi Satryo Somasi Warganet yang Serang Keluarganya di Sosial Media, Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Exco PSSI Sebut FIFA Melihat Semua Keributan Suporter PSIS Semarang dan Persib Bandung
-
Cetak Brace Lawan PSIS, Marc Klok Ingin Buat Tren Kemenangan Untuk Persib Bandung
-
Hatur Nuhun! Bojan Hodak Jadi Sorotan, Resmi Tinggalkan Persib dan Bobotoh, Benarkah?
-
Masih Pimpin Klasemen BRI Liga 1, Direktur Madura United Minta Fachruddin Cs Tetap Low Profile
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Timnas Putri Indonesia Takluk dari Singapura, Satoru Mochizuki Minta Maaf
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Rahasia Maliq & D'Essentials Eksis 24 Tahun: Rekam Tumbuh Kembang Personel Lewat Lagu
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko