/
Selasa, 22 Agustus 2023 | 16:29 WIB
Memungut Sampah Lebih Terhormat Dibanding Memukul dan Melempar Suporter Lawan. (TikTok/@yuslim741)

Kericuhan kembali pecah di pertandingan BRI Liga 1 2023/24. Bertempat di Stadion Jatidiri, Minggu (20/8) pada laga PSIS vs Persib, kericuhan terjadi antar suporter

Di laman sosial media, viral sejumlah video yang memperlihatkan suporter saling serang di tribun penonton. Tidak hanya memaki dan menghina suporter lawan, sejumlah video juga perlihatkan aksi kekerasan. 

Sebelum pertandingan PSIS vs Persib yang sajikan ricuh antar suporter, pada 15 Juli 2023 di Stadion Brawijaya saat laga Persik vs Arema juga terjadi keributan antar suporter. 

Sebelumnya pihak PSSI dan otoritas liga PT LIB jauh-jauh hari sudah menerapkan aturan larangan laga tandang untuk suporter di musim ini, imbas dari tragedi Kanjuruhan yang tewas 135 suporter. 

Kekerasan antar suporter yang kembali terjadi di BRI Liga 1 ini pun tuai banyak kecaman di laman sosial media. Tragedi yang tewaskan 135 suporter dianggap netizen belum cukup untuk sadarkan seluruh stackholder sepak bola nasional. 

Namun sejatinya kekerasan antar suporter tidak hanya terjadi di sepak bola Indonesia. Yang harus digarisbawahi adalah negara maju sepak bola seperti Inggris, Brasil atau Argentina pun kerap terjadi ricuh antar suporter. 

Akan tetapi ada baiknya tidak meniru hal buruk dari negeri orang. Baiknya meniru kedewasaan dan tingkah positif suporter dari negara lain, seperti Jepang misalnya. 

Usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 antara Belgia vs Jepang, aksi berkelas suporter tim Matahari Terbit tuai pujian dari seluruh dunia. 

Aksi suporter Jepang malah jadi buah bibir di seluruh dunia. Bayangkan saja harus tersingkir dengan cara menyakitkan para suporter Jepang masih meluangkan waktu mereka untuk memungut sampah di sekitaran Rostov Arena, Rostov-on-Don, Rusia tempat laga berlangsung. 

Baca Juga: Lawan Persib Bandung Kalah, Siap-siap PSIS Dapat Sanksi dari PSSI Gegara Suporter Ricuh

Aksi memungut sampah suporter Jepang ini puan kemudian sempat ditiru oleh banyak suporter lain, termasuk di Indonesia. 

Jika membandingkan aksi suporter Jepang dengan aksi suporter di Indonesia tentu banyak dimensi yang harus dilihat. 

Meski sebenarnya melihat fenomena itu cukup dari sisi mentalita suporter, alasan yang selalu didengungkan oknum suporter saat mereka lakukan aksi negatif. 

Apa itu sebenarnya mentalita suporter? Dikutip dari banyak referensi dan pengertian, mentalitas secara garis besar ialah jiwa bukan sekedar tampilan atau bentuk fisik, mereka yang berjiwa tak akan pernah mundur walau dengan penuh keterbatasan. 

Mereka yang punya jiwa mentalita tidak akan pernah takut meski hanya sendiri , karena dilubuk hatinya telah di tanam jiwa pelawanan yang akan terus berkobar sebelum kebenaran menang secara mutlak.

Dari pengertian tersebut, apakah aksi-aksi negatif oknum suporter di Indonesia yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini sudah sesuai dengan mentalita suporter? 

Justru aksi memungut sampah suporter Jepang itulah mengajarkan  bahwa mereka memiliki jiwa tak hanya sekedar tampilan fisik untuk memberikan perlawanan terakhir persis yang dilakukan pemain Timnas Jepang di lapangan. 

Suporter Jepang terus mengobarkan semangat kebenaran bahwa pertandingan sepakbola tetaplah sebuah pertandingan dengan semagat fair play dan menggunakan akal sehat lebih terhormat dibanding mengumbar emosi dan kemarahan saat mendapati kenyataan tim yang disayangi alami kekalahan. 

Load More