/
Jum'at, 01 September 2023 | 15:56 WIB
Demokrat Ngamuk Cak Imin Dipilih Jadi Cawapres, Said Didu: Kenapa Pak Anies Disebut Pengkhianat? (Ist)

Muhammad Said Didu berikan komentar terkait tudungin partai Demokrat kepada Anies Baswedan sebagai pengkhianat pasca Nasdem pilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres. 

Said Didu mempertanyakan tuduhan pengkhianat kepada Anies Baswedan yang disampaikan oleh partai Demokrat. Menurut Said Didu, Anies katanya hanya dipaksa untuk menerima Cak Imin sebagai cawapres. 

"Katanya Pak @aniesbaswedan dipaksa, beliau belum  tentu mau dan belum ada bukti menerima paksaan tsb, kenapa Pak Anies yg dituduh penghianat ?" cuit Said Didu di akun Twitter miliknya @msaid_didu

Sebelumnya, politisi Demokrat Andi Arief membongkar tulisan tangan diduga miliki Anies Baswedan, bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Tulisan ini berisi pinangan Anies kepada AHY untuk jadi cawapres di Pilpres 2024. 

Anies dalam surat tertulis itu menyampaikan pesan keinginan agar AHY bisa menjadi pendampingnya untuk bertarung di Pilpres 2024. 

"Melalui pesan singkat ini, kami bermaksud menyampaikan harapan, agar Mas AHY berkenan untuk menjadi pasangan dalam mengikuti Pilpres 2024," tulis isi pesan yang diunggah Andi Arief di akun Twitter miliknya. 

Di akhir surat itu, Anies Baswedan juga membubuhkan tanda tangan dan surat itu dibuat pada 25 Agustus 2023 dan disaksikan oleh 2 orang.

Pada caption cuitannya itu, Andi Aried kemudian singgung soal kebohongan. 

"Selama ini kita mengkritik pemimpin yang membohongi rakyat. Akan ada yang lebih dahsyat bohongnya?" tanya Andi.

Baca Juga: Begini Isi Tulisan Tangan Anies Baswedan Berisi Janji Manis kepada AHY, Andi Arief: Ada yang Lebih Dashyat Bohongnya?

Load More