Suara.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya memutuskan mencabut sanksi keterlibatan di kompetisi internasional terhadap Asosiasi Olimpiade India (IOA). Hal ini membuat India bisa terwakili lagi di ajang Olimpiade, termasuk di Sochi 2014 yang tengah berlangsung.
Keputusan itu muncul hanya selang beberapa hari setelah IOA menggelar pemilihan kepengurusan sesuai arahan IOC. Di bawah tekanan dan pengawasan dari IOC serta Menteri Olahraga India, agar mengikuti Piagam Olimpiade yang sekaligus melarang ikutnya sosok bermasalah hukum dalam pemilihan, IOA pun menggelar pemilihan tersebut pada Minggu (9/2) lalu. Hasilnya, N. Ramachandran yang merupakan saudara dari bos Dewan Pengawas Kriket India, N. Srinivasan, terpilih sebagai Presiden IOA.
Begitu terpilih, Ramachandran pun menyatakan bahwa misi utamanya adalah agar bendera India dapat berkibar di Olimpiade Sochi. Kini target itu pun tercapai, karena bendera India sudah akan boleh berkibar terutama di upacara penutupan Sochi 2014, maupun di kampung atlet dan lokasi lain.
Untuk diketahui, ada tiga orang atlet asal India yang lolos dan berhak ikut serta di Olimpiade Musim Dingin ini, yang sebelumnya harus tampil mewakili pribadi serta berparade di pembukaan di bawah bendera Olimpiade. Mereka adalah atlet putra cabang luge (seluncuran tunggal) Shiva Keshavan, atlet ski cross-country Nadeem Iqbal, serta atlet ski slalom Hamanshu Thakur.
Lebih jauh, perkembangan ini pun memberi rasa lega bagi keseluruhan dunia olahraga India dan atlet mereka pada umumnya, karena dengan demikian ajang seperti Commonwealth Games dan Asian Games pun akan bisa diikuti negerinya.
Masalah dan kontroversi ini sendiri berawal pada 2012, dengan sanksi IOC dijatuhkan pada Desember tahun itu, lantaran IOA tetap mengangkat dua sosok bermasalah, Lalit Bhanot dan Abhay Singh Chautalamasin, masing-masing sebagai Sekjen dan Presiden. Keduanya memang membantah bersalah dalam kasusnya masing-masing (salah satunya adalah korupsi), namun sudah menjalani proses hukum serta sempat masuk penjara. (NDTV)
Berita Terkait
-
Konsep Baru di Dunia Fitness, VERTEX8 Luncurkan HYROX Training Zone di BSD
-
Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel
-
Sinopsis Toaster, Film Komedi India Terbaru Rajkummar Rao di Netflix
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok