News / Nasional
Senin, 17 Februari 2014 | 14:02 WIB
Ilustrasi tim SAR

Suara.com - Sebanyak tujuh wisatawan Jepang yang hilang saat menyelam di perairan Nusa Lembongan, Bali, Jumat (14/2) lalu, belum ditemukan. Sekitar 100 personel tim penyelamat yang diterjunkan kesulitan menemukan para korban.

Para korban adalah Ritsuko Miyata (59), Emi Yamamoto (33), Nahomi Tomita (28), Aya Morizono (27), Atsumi Yoshinobe (29), Shoko Takahashi (29), dan Saori Furukawa (27).

Ketua tim penyelamat, Didi Hamzar, menjelaskan bahwa pihaknya terkendala cuaca buruk, sehingga kesulitan mencari korban. "Helikopter gagal diterbangkan karena cuaca buruk. Padahal helikopter sangat diperlukan," katanya, Senin (17/2).

"Tapi, kami sudah berhasil menemukan jejak para korban," lanjutnya.

Ditambahkan, lokasi hilangnya ketujuh korban hanya direkomendasikan bagi penyelam berpengalaman. Diduga para wisatawan itu tidak mengenal lokasi sehingga terjebak arus yang ganas.

Sementara itu, nahkoda kapal yang mengangkut para wisatawan mengungkapkan, seluruh korban menghilang karena cuaca buruk. "Sekitar 20 menit mereka menyelam, tiba-tiba datang hujan lebat. Mereka langsung hilang," kata Nahkoda yang tidak disebutkan namanya itu.

"Kami sudah berusaha sekitar satu jam, tapi kami kehilangan mereka, karena jarak pandang sangat tipis. Kami kembali ke darat dan langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib," ujarnya.

Dihubungi terpisah, ibu Shoho Takahashi, salah satu korban mengaku pasrah atas nasib anaknya. Ia hanya bisa berharap yang terbaik atas kejelasan anaknya.

"Saya hanya dapat berdoa yang terbaik baik bagi keselamatan anak saya. Dia dapat diandalkan. Semoga dia dapat selamat dan membantu para korban lainnya," ujarnya.

Load More