Suara.com - Sebanyak tujuh wisatawan Jepang yang hilang saat menyelam di perairan Nusa Lembongan, Bali, Jumat (14/2) lalu, belum ditemukan. Sekitar 100 personel tim penyelamat yang diterjunkan kesulitan menemukan para korban.
Para korban adalah Ritsuko Miyata (59), Emi Yamamoto (33), Nahomi Tomita (28), Aya Morizono (27), Atsumi Yoshinobe (29), Shoko Takahashi (29), dan Saori Furukawa (27).
Ketua tim penyelamat, Didi Hamzar, menjelaskan bahwa pihaknya terkendala cuaca buruk, sehingga kesulitan mencari korban. "Helikopter gagal diterbangkan karena cuaca buruk. Padahal helikopter sangat diperlukan," katanya, Senin (17/2).
"Tapi, kami sudah berhasil menemukan jejak para korban," lanjutnya.
Ditambahkan, lokasi hilangnya ketujuh korban hanya direkomendasikan bagi penyelam berpengalaman. Diduga para wisatawan itu tidak mengenal lokasi sehingga terjebak arus yang ganas.
Sementara itu, nahkoda kapal yang mengangkut para wisatawan mengungkapkan, seluruh korban menghilang karena cuaca buruk. "Sekitar 20 menit mereka menyelam, tiba-tiba datang hujan lebat. Mereka langsung hilang," kata Nahkoda yang tidak disebutkan namanya itu.
"Kami sudah berusaha sekitar satu jam, tapi kami kehilangan mereka, karena jarak pandang sangat tipis. Kami kembali ke darat dan langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib," ujarnya.
Dihubungi terpisah, ibu Shoho Takahashi, salah satu korban mengaku pasrah atas nasib anaknya. Ia hanya bisa berharap yang terbaik atas kejelasan anaknya.
"Saya hanya dapat berdoa yang terbaik baik bagi keselamatan anak saya. Dia dapat diandalkan. Semoga dia dapat selamat dan membantu para korban lainnya," ujarnya.
Berita Terkait
-
Riset Kaspersky 2026: 84% Pengguna Simpan Data Sensitif Secara Digital, Ini Risiko dan Cara Aman
-
Pendeta Dyan Sunu dan Upaya Membumikan Iman di Tanah Cadas Wonogiri
-
Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
-
Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Dipanggil Inspektorat DKI Gegara Ulah Petugas PPSU
-
Kasus Penyiraman Andrie Yunus Kini di Tangan Puspom TNI, Publik Waswas
-
Skandal Proyek Fiktif Telkom Rp464 Miliar: Eks GM dan 10 Terdakwa Jalani Sidang Vonis Hari Ini
-
Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?
-
Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka
-
Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS
-
Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel
-
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
-
Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri
-
Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!