Suara.com - Sebagaimana banyak diperkirakan, Rafael Nadal yang memang dikenal jago di lapangan tanah liat, akhirnya menjadi juara turnamen perdana Rio Open. Dalam final yang digelar Minggu (23/2/2014) waktu setempat, di Rio de Janeiro, ia mengalahkan Alexandr Dolgopolov dengan 6-3 dan 7-6 (7-3).
Dengan demikian, Nadal hingga kini tercatat telah memenangi 29 pertandingan beruntun di lapangan tanah liat. Terakhir kali ia kalah di lapangan sejenis adalah di tangan Novak Djokovic pada turnamen Monte Carlo Masters, tahun lalu.
Mengandalkan kekuatan servisnya, Dolgopolov di awal pertandingan ini sempat mencatatkan 10 ace. Namun itu tergolong minim, karena efektivitas servis petenis Ukraina tersebut justru rendah, hanya 44% keberhasilan di pukulan servis pertama.
Memasuki set kedua, Dolgopolov kemudian juga mengalami masalah dalam akurasi pukulan, sehingga Nadal dengan cepat memimpin. Tapi, ia kemudian ternyata masih berhasil mengejar petenis nomor satu dunia asal Spanyol itu, hingga kedudukan menjadi 5-5 yang membuat dibutuhkannya tie-break.
Sempat berlangsung seru, kejar-mengejar skor dalam tie-break akhirnya dimenangkan oleh Nadal, yang dengan demikian akhirnya resmi menjadi pemegang pertama trofi turnamen kelas ATP 500 itu.
Bagi Nadal sendiri, sukses ini menjadi catatan gelar juara ke-62 sepanjang kariernya. Ini membuatnya kini berada di posisi ke-7 daftar peraih gelar terbanyak sepanjang masa, sama dengan peraih empat trofi grand slam asal Argentina, Guillermo Vilas. (Scoresway)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka