Suara.com - Salah satu pengacara pemilik panti asuhan Panti Samuel’s Home, Cornelius Koponk, memberikan catatan terkait proses pemeriksaan terhadap dua kliennya.
Antara lain, catatan tentang beras panti asuhan yang menjadi salah satu permasalahan.
"Beras menurut saya, perlu diuji lebih lanjut, polisi datang ketika suasana rumah kosong dan beras sudah tidak dipakai lagi untuk dimakan. Setelah mereka pindah ke tempat baru, mereka tidak mau pakai lagi," kata Cornelius. "Dua minggu setelah pindah, polisi datang pada minggu ketiga wajar beras berkutu. Beras kurang oke kualitasnya karena beras berdasarkan sumbangan dari donatur."
Kemudian Cornelis membandingkan dengan logistik panti asuhan di Flores, NTT.
"Kami makan minum kopi dan jagung serta singkong itu suatu hal yang istimewa, anak panti tidak usah makan keju, seperti yang kita makan. Semampunya yang penting dia bisa hidup," kata Cornelius.
Sementara itu, pemilik Panti Samuel’s Home, Samuel Watulinggas alias Chemy (50) dan istrinya, Yuni Winata (47), hingga malam ini masih diperiksa penyidik Polda Metro Jaya.
Kasus panti asuhan Samuel’s Home ramai setelah sekitar tujuh anak panti melarikan diri. Mereka mengaku sering ditelantarkan dan disiksa di panti.
Kasus ini mendapat perhatian Komnas Perlindungan Anak yang selanjutnya langsung turun untuk menginvestigasi aduan anak-anak tadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat