News / Metropolitan
Senin, 03 Maret 2014 | 20:34 WIB
Pemilik panti asuhan Samuel's Home, Yuni Winata (47) [SUARA.COM/NUR ICHSAN]

Suara.com - Salah satu pengacara pemilik panti asuhan Panti Samuel’s Home, Cornelius Koponk, memberikan catatan terkait proses pemeriksaan terhadap dua kliennya.

Antara lain, catatan tentang beras panti asuhan yang menjadi salah satu permasalahan.

"Beras menurut saya, perlu diuji lebih lanjut, polisi datang ketika suasana rumah kosong dan beras sudah tidak dipakai lagi untuk dimakan. Setelah mereka pindah ke tempat baru, mereka tidak mau pakai lagi," kata Cornelius. "Dua minggu setelah pindah, polisi datang pada minggu ketiga wajar beras berkutu. Beras kurang oke kualitasnya karena beras berdasarkan sumbangan dari donatur."

Kemudian Cornelis membandingkan dengan logistik panti asuhan di Flores, NTT.

"Kami makan minum kopi dan jagung serta singkong itu suatu hal yang istimewa, anak panti tidak usah makan keju, seperti yang kita makan. Semampunya yang penting dia bisa hidup," kata Cornelius.

Sementara itu, pemilik Panti Samuel’s Home, Samuel Watulinggas alias Chemy (50) dan istrinya, Yuni Winata (47), hingga malam ini masih diperiksa penyidik Polda Metro Jaya.

Kasus panti asuhan Samuel’s Home ramai setelah sekitar tujuh anak panti melarikan diri. Mereka mengaku sering ditelantarkan dan disiksa di panti.

Kasus ini mendapat perhatian Komnas Perlindungan Anak yang selanjutnya langsung turun untuk menginvestigasi aduan anak-anak tadi.

Load More