Suara.com - Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), akhirnya resmi memberhentikan sosok berinisial SS secara tidak hormat dari kepengurusan lembaga tersebut, akibat dugaan terlibat dalam kasus video asusila.
"Dengan adanya dugaan kasus asusila tersebut, maka MUI Kabupaten Bogor memberhentikan dengan tidak hormat Saudara SS sebagai pengurus MUI," ujar Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Adji, seusai memimpin rapat di kantornya, Kamis (13/3/2014), sebagaimana dikutip Antara.
Mukri sekaligus membenarkan bahwa SS, sosok lelaki yang diduga ada dalam video asusila tersebut, memang pernah menjadi pengurus MUI Kabupaten Bogor dan memegang jabatan sebagai Ketua Komisi Organisasi Hubungan Luar Negeri. Namun ia menegaskan, yang bersangkutan sejak Desember 2011 lalu sebenarnya sudah tidak aktif lagi dalam kepengurusan, meskipun saat beredarnya video dan sebelum rapat hari ini ia masih tercatat sebagai pengurus.
"Jadi, terhitung sejak pernyataan sikap (ini) dikeluarkan, yang bersangkutan sudah kita berhentikan dari statusnya sebagai pengurus," tegas Mukri.
Dalam rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh pengurus MUI Kabupaten Bogor tersebut, pihak MUI pun mengeluarkan beberapa pernyataan sikap, di antaranya adalah, pertama, membenarkan jika SS (sebelumnya) adalah pengurus. Poin kedua, disampaikan soal pemberhentian SS secara tidak hormat sebagai pengurus, dan bahwa apa yang dilakukan yang bersangkutan adalah kesalahan pribadi, untuk dipertanggungjawabkan secara hukum positif maupun hukum Allah dan tidak ada hubungannya dengan organisasi.
Pada poin ketiga, pihak MUI pun menyampaikan imbauan kepada seluruh ulama, ustadz, pendidik dan tokoh dakwah, untuk terus menjaga akidah dan akhlak yang baik, serta menjadikan dugaan kasus ini sebagai cobaan dan pelajaran yang luar biasa bagi dunia dakwah.
"Kepada seluruh pihak, untuk menjaga persatuan, kerukunan dan kondusivitas umat dan masyarakat di Kabupaten Bogor," ujar Mukri, membacakan poin keempat dalam pernyataan sikap MUI Kabupaten Bogor itu. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Wamensos Agus Jabo Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga