Suara.com - Kepolisian Jakarta berhasil membekuk ABG berinisial AS (17). AS dibekuk oleh kepolisian di rumahnya di daerah Cikarang karena diduga membunuh Johanna Febri (14).
Sebelumnya, Polsek Pamulang, Tangerang Selatan menemukan mayat tanpa identitas pada hari Selasa (11/3/2014) di Jalan Siliwangi Raya, Kel. Pondok Benda, Tangerang Selatan.
"Pelaku berinisial AS (17), kita ringkus di kawasan Kampung Cikarang Desa Pabuaran Gunung Sindur, Bogor, dini hari (14/3) pada pukul 00.40 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Noviana Nurrohmat, Sabtu (15/3/2014).
Kata Noviana, AS dan Johanna kenal melalui jejaring sosial Facebook. Dari kenalan, akhirnya berlanjut untuk bertemu. Menurut keterangan tersangka, AS dan Johanna akan jalan-jalan ke Pamulang pada 8 Maret 2014.
"Pada Kamis (6/3) tersangka berhubungan melalui facebook dengan korban, kemudian tersangka minta nomor hp korban dan akhirnya sepakat untuk ketemu pada 8 maret, janjian melalui sms ketemu di Pamulang, dan esok harinya memastikan untuk jadi atau tidaknya bertemu, selanjutnya pada (9/3) pukul 20.00 WIB korban datang seorang diri kerumah tersangka dengan menggunakan sepeda motor miliknya untuk menjemput AS dan pergi bersama ke Pamulang." jelas Noviana.
Sejak awal AS memang sudah berencana untuk melakukan pembunuhan sehingga pisau yang ada sarungnya serta kain slayer telah disiapkan dan diselipkan di pinggangnya.
Setelah di TKP yaitu di kawasan Parakan, AS mengajak Johanna ngobrol dengan duduk di atas motor. Pada saat itulah AS mempunyai celah untuk menghabisi korban.
"Begitu korban lengah, tersangka mengeluarkan pisau dan menusukkan ke perut korban, tusukan dihujamkan sebanyak tiga kali sambil menyumbat mulut korban, kemudian Johanna digulingkan di pinggir tebing," papar Noviana
Setelah yakin korban tidak bergerak, kemudian tersangka membersihkan tangannya yang bersimbah darah dengan menggunakan slayer dan kanebo. Setelah itu, slayer dan kanebo kemudian disimpan di jok motornya. Tersangka meninggalkan korban dengan membawa motor korban ke rumahnya.
"Ketika sampai rumah, dia meninggalkan sepeda motor di depan tukang tambal ban agar tidak ketahuan serta agar motor gampang dijual," jelas Noviana.
Saat ditemukan, mayat Johanna mengenakan kaos berwarna merah dan celana jeans, terdapat dua luka bekas tusukan pada bagian perut dan juga dan pukulan benda tumpul pada tangan dan memar pada wajah. Atas perbuatannya, pelaku dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Kasus ART Tewas di Bogor Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Desak Polisi Periksa Peran Majikan
-
Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat