- Seorang PPPK bernama NHW (31) ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Bekasi pada Rabu (4/2/2026) oleh rekan kerja.
- Polda Metro Jaya memastikan korban meninggal akibat pembunuhan karena ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.
- Dua terduga pelaku berinisial AR dan AA telah ditangkap di Cianjur, sementara motif pembunuhan masih diselidiki.
Suara.com - Seorang pria berinisial NHW (31), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma, ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi berselimut dengan tubuh yang mulai menghitam.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, seorang perempuan berinisial SR, pada Rabu (4/2/2026) pagi.
"Korban inisial NH, laki-laki berusia 31 tahun, merupakan pegawai PPPK di RSPAU Halim PK," kata Budi, dikutip Selasa (10/2/2026).
Hingga berita ini ditulis, Polda Metro Jaya menyatakan motif pembunuhan belum dapat disimpulkan dan akan diumumkan setelah proses pemeriksaan terhadap para pelaku selesai.
Berikut sejumlah fakta yang terungkap dalam penyelidikan sementara kepolisian terkait kasus kematian NHW:
1. Korban Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan
Kasus ini terungkap dari kecurigaan rekan kerja korban, SR. Korban diketahui tidak masuk kerja tanpa kabar sejak Senin (2/2/2026).
Karena tidak bisa dihubungi, SR mendatangi kontrakan korban di Jalan Setia 2, Gang H Enting, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Rabu (4/2/2026). Ia kemudian meminta pemilik kontrakan membuka pintu menggunakan kunci cadangan.
Baca Juga: Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
Saat pintu dibuka, korban ditemukan dalam posisi telentang, berselimut, dengan kondisi tubuh telah menghitam. Korban diperkirakan ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 10.30 WIB.
2. Dua Terduga Pelaku Telah Ditangkap
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap dua terduga pelaku berinisial AR dan AA.
Berdasarkan portal media resmi Humas Polri, keduanya ditangkap di sebuah warung di Jalan Argabinta, Kampung Pasir Nungkuh, Desa Bojong Kaso, Kecamatan Argabinta, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 05.40 WIB.
Saat ini, polisi masih mendalami pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku.
3. Ditemukan Unsur Kekerasan
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar