Suara.com - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyerukan kepada seluruh pemerintah di dunia dan industri penerbangan terkait perlunya konsesus pelacakan pesawat dan data penumpang menyusul tragedi MH370 sejak 8 Maret 2014 lalu dinyatakan hilang.
Direktur Jenderal IATA Tony Tyler di tengah Konferensi IATA di Kuala Lumpur, Selasa (1/4/2014), mengatakan perlunya memperbaiki proses yang terjadi pada MH370, karena hingga kini peristiwa yang sebenarnya tidak diketahui sampai kotak hitam ditemukan.
Tyler mengatakan sebuah panel ahli akan mendiskusikan jalan keluar terkait peningkatan sistem pelacakan pesawat di dunia.
Hasil panel tim ahli baru akan menyampaikan hasil pembicaraan dantemuan mereka pada Desember 2014 mendatang.
“Kita tidak bisa membiarkan pesawat lain hanya menghilang," katanya.
Tyler juga menyarankan untuk mengadopsi prosedur standar keamanan yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (IAO), menyusul dua penumpang MH370 yang ketahuan menggunakan paspor palsu.
"Biayanya mencapai jutaan dolar setiap tahun buat maskapai untuk menyediakan API (percepatan informasi penumpang) ke sekitar 60 negara. Saya sering bertanya-tanya apakah mereka menggunakannya,” ungkap Tony Tyler.
Seperti diketahui dua penumpang dengan identitas palsu berhasil lolos ikut dalam penerbangan MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing yang hilang sejak 8 Maret 2014 lalu.
Identitas kedua penumpang baru diketahui tiga hari kemudian dan menggunakan paspor curian milik warga Austria dan milik warga Italia. Paspor itu tercatat hilang di Thailand pada tahun 2012 dan 2013.(Straitstimes/Malaysiakini)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan
-
Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri
-
Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS
-
Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian
-
Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN
-
Hadiri Pujabakti Waisak Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
-
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
-
Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang
-
Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman