Suara.com - Sebanyak empat jabatan di lingkup Polda Metro Jaya, telah diserahterimakan pada Jumat (5/4/2014) sore. Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) Dwi Priyatno memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) empat pejabat Polda Metro itu, dalam acara di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ).
Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya selain mengucapkan selamat, juga mengharapkan agar empat pejabat baru tersebut dapat meningkatkan tindakan pre-emptif dan preventif. Dwi Priyatno juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian keempat pejabat lama, sekaligus menyampaikan selamat bertugas kepada mereka di posisi baru.
Adapun keempat pejabat yang baru dilantik, yang pertama adalah Kombes (Pol) Eko Daniyanto yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri. Eko dilantik menjadi Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Metro Jaya, menggantikan Kombes (Pol) Nugroho Aji yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Kemudian ada Kombes (Pol) Musyafak yang sebelumnya menjabat Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah, kini dilantik menjabat Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, menggantikan Kombes (Pol) Haryanto. Haryanto sendiri pindah tugas menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pelayanan Kesehatan di Pusdokkes Polri.
Pejabat baru lainnya adalah Kombes (Pol) Hendro Pandowo, yang dilantik menjadi Kapolres Jakarta Pusat menggantikan Kombes (Pol) AR Yoyol. Hendro sebelumnya menjabat Dir Reskrimum Polda Sumbar, sedangkan Yoyol, dalam rangka pendidikan Lemhanas, saat ini menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Umum Bareskrim Polri.
Berikutnya, Kombes (Pol) Achmad Subarkah dilantik menjabat Kapolres Depok, menggantikan Kombes (Pol) Achmad Kartiko yang mengemban tugas baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Sosial Budaya Baintelkam Polri. Achmad sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Brigade Mobil di Polda Sumut.
Berita Terkait
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Grace Natalie Anak Siapa? Kini Dilaporkan ke Polisi oleh 40 Ormas Islam
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
-
Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat