Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak mau disalahkan atas banyaknya daerah yang menggelar pemungutan suara ulang dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu.
Hal itu dikatakan Komisioner KPU, Arief Budiman di Jakarta, Selasa (15/4/2014). Menurut Arief, tertukarnya surat suara, yang menjadi penyebab utama digelarnya pemungutan suara ulang bisa terjadi karena alasan ketidaksengajaan.
Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa Pileg 2014 berjalan lancar. Adapun pelaksanaan pemungutan suara ulang dinilainya hanya sebagai insiden kecil dalam pergelaran Pileg 2014.
"Pelaksanaan pemungutan suara ulang ini hanya sebagian kecil saja dan dari laporan daerah yang sudah menggelar pemungutan suara ulang, semuanya berjalan lancar," ujar Arief.
Seperti diketahui, sedikitnya 780 TPS di Indonesia bakal menggelar pemungutan suara ulang. Jawa Barat, merupakan wilayah yang akan menggelar pemungutan suara ulang paling banyak, yakni di 318 TPS.
Adapun, biaya tambahan yang bakal dikeluarkan TPU untuk menyelenggaran pemungutan suara ulang ditaksir mencapai Rp3,9 miliar. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru