Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Syaifullah Tamliha mengatakan pihaknya telah merotasi Sekretaris Jenderal Romahurmuziy menjadi kader nonstruktural agar fokus bekerja di DPR.
"Kita melakukan rotasi kepada Romi (Romahurmuziy) agar dia fokus di DPR, karena tidak bisa sekjen partai sibuk di DPR," kata Syaifullah Tamliha di DPP PPP, Jakarta, Jumat (18/4/2014).
Dia mengatakan penggeseran jabatan Romahurmuziy juga didasari alasan yang bersangkutan kurang aktif kala PPP diterpa masalah internal belakangan ini. Dengan rotasi itu posisi Romahurmuziy sebagai Sekjen PPP digantikan wakilnya yakni Isa Muchsin.
Namun Romahurmuziy membantah adanya pergantian sekretaris jenderal partai yang dijabatnya. Dia juga menegaskan tidak ada pemecatan fungsionaris DPP PPP.
"Sekjen DPP PPP masih dijabat oleh Muchammad Romahurmuziy, sesuai keputusan formatur Muktamar VII PPP di Bandung tahun 2011," ujar dia.
Romahurmuziy menegaskan, penggeseran jabatan dirinya melalui pertemuan Jumat sekitar pukul 10.00-11.30 WIB yang diadakan di DPP PPP hanya dihadiri oleh 15 orang dari 55 anggota pengurus harian DPP PPP.
Sedangkan berdasarkan pasal 57 ayat (2) Anggaran RumahTangga (ART) PPP dinyatakan, rapat pengurus harian sah apabila dihadiri oleh seperdua dari anggota pengurus harian.
"Artinya rapat pengurus harian DPP sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 28 orang anggota pengurus harian DPP," ujar Romahurmuziy.(Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil
-
Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok
-
Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB
-
Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Daun
-
Driver Ojol Dianiaya di Labuan Bajo, Sorotan pada Keamanan Destinasi Super Prioritas