Suara.com - Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja membantah BCA terlibat dalam skandal pajak bekas Dirjen Pajak Hadi Poernomo , yang kini ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang oleh Komisi Pemberantantasan Korupsi (KPK).
Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Selasa (22/4/2014), di Kantor Pusat BCA Jalan Thamrin, Jakarta, Jahja sempat menjelaskan kronologis dan alasan pengajuan keberatan sebagai wajib pajak untuk tahun fiskal 1999.
1. Tahun 1998, BCA sempat mengalami kerugian Rp29,2 triliun. kerugian itu dapat dikompensasikan dengan penghasilan (tax loss carry forward) mulai tahun pajak berikutnya sampai lima tahun ke depan atau sampai 2003.
2. Pada tahun 1999, BCA ternyata sudah mulai mendapat laba fiskal yang tercatat sebesar Rp174 miliar.
3. Presdir BCA Jahja mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan pajak pada 2002, maka Ditjen Pajak melakukan koreksi laba fiskal periode 1999 tersebut menjadi sebesar Rp6,78 triliun.
4. Nilai tersebut belakangan dikoreksi karena terkait dengan pengalihan aset termasuk jaminan sebesar Rp5,77 triliun yang dilakukan dengan proses jual beli dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) seperti tertuang dalam Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang.
5. BCA berpendapat transaksi pengalihan aset tersebut merupakan jual beli piutang, tapi sebaliknya Ditjen Pajak menganggap transaksi tersebut sebagai penghapusan piutang macet.
6. Pada 17 Juni 2003, BCA mengajukan keberatan kepada Ditjen Pajak atas koreksi pajak yang telah dilakukan.
7. Keberatan yang disampaikan oleh BCA diterima Ditjen Pajak dan dinyatakan dalam SK No.KEP-870/PJ.44/2004 tanggal 18 Juni 2004 oleh Hadi Poernomo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!
-
6 Fakta Tawuran 400 Anggota Gangster di Cibinong, Hingga Rudy Susmanto Turun Tangan Jam 3 Pagi
-
Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran
-
Nahdliyin Kebumen di Muktamar NU: Jangan Jadi Pemimpin yang Berjarak dengan Umat
-
Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum
-
Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini
-
Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!
-
Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia
-
KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional
-
Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU