Suara.com - Seorang kru feri Sewol mengaku dirinya dan rekan-rekannya mendapat perintah untuk meninggalkan feri.
Pengakuan itu diungkapkan sang kru saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani persidangan. Setelah persidangan, kru yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dipulangkan kembali ke tahanan polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat kru dan kapten ditangkap dalam kasus tenggelamnya feri Sewol. Mereka diduga meninggalkan feri lebih dahulu daripada para penumpang. Sebaliknya, sebagian besar penumpang, yang adalah anak-anak sekolah, justru disuruh untuk tetap tinggal di kabin. Padahal, ketika itu, feri sudah mulai tenggelam.
Feri seberat 7.000 ton itu tenggelam pada Hari Rabu, 16 April 2014 dalam pelayaran dari Incheon menuju pulau Jeju. Dari 476 penumpang dan kru, hanya 174 yang berhasil diselamatkan. (Reuters)
Berita Terkait
-
Park Shin Hye Sumbang Rp558 Juta untuk Korban Feri Sewol
-
Korban Tewas Feri Sewol Ditemukan Dalam Kondisi Mengenaskan
-
Air Keruh jadi Kendala Pencarian Korban Feri Tenggelam
-
Ini Alasan Kru Feri Sewol Tidak Lepaskan Sekoci Penyelamat
-
Panggilan Darurat Pertama dari Feri Tenggelam Ternyata Dilakukan Seorang Bocah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!