Crane raksasa yang dipakai untuk mengangkat feri Sewol yang tenggelam. (Reuters/Kim Kyung-Hoon)
Suara.com - Seorang kru feri Sewol mengaku mencoba melepaskan sekoci penyelamat, namun gagal karena feri sudah terlanjur miring.
Kru berpangkat Mualim 2 itu adalah satu dari empat awak kapal yang ditangkap pihak berwajib. Dia dan tiga awak lainnya dinilai lali melakukan tugasnya. Kini, keempatnya tinggal menunggu persidangan atas kasus mereka.
Feri Sewol tenggelam dalam pelayaran dari pelabuhan Incheon menuju pulau wisata Jeju, Rabu, 16 April 2014. Dari 476 penumpang dan kru, 339 diantaranya adalah pelajar dan guru sekolah yang sedang dalam perjalanan karya wisata.
Jumlah korban meninggal dunia hingga kini telah mencapai lebih dari 100 orang. Hanya 174 orang yang berhasil diselamatkan dari feri nahas itu. (Reuters)
Komentar
Berita Terkait
-
Panggilan Darurat Pertama dari Feri Tenggelam Ternyata Dilakukan Seorang Bocah
-
Tidak Ada Perintah dari Kapten Kapal untuk Tinggalkan Feri
-
Artis Korea Ramai-Ramai Sumbang Bantuan untuk Korban "Sewol"
-
Kapten Feri Sewol Pernah Sesumbar Kapalnya yang Paling Aman
-
Presiden Korsel: Kapten Feri Sewol Bunuh Ratusan Penumpangnya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan