Suara.com - Hari ini 1 Mei 2014, dunia mengenang 20 tahun kematian Ayrton Senna da Silva. Pebalap legendaris Brasil ini meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan di Grand Prix San Marino di Imola.
Ayrton Senna mengalami kecelakaan hebat di tikungan Tamburello saat memimpin balapan di GP San Marino di Sirkuit Imola bersama tim Williams. Mobil yang dikendarainya menabrak pembatas lintasan saat melaju dengan kecepatan 217 km/jam.
Setelah mendapatkan perawatan selama empat jam nyawa pebalap yang memiliki nyali besar dan dijuluki The Rain Man, tidak tertolong dan menghembus nafas terakhirnya di usia 34 tahun. Ia mengakhiri karirnya di trek balapan bersama dengan seluruh impian dan talentanya.
Ayrton Senna memulai karirnya di dunia balap dari ajang balap go-kart di usia 13 tahun. Pada tahun 1981 dia memulai mengikuti balapan mobil satu jok dan memenangi balap Formula 3 Inggris pada tahun 1983.
Keberhasilannya tersebut membuat Senna merambah ke Formula 1 dan memulai debutnya dengan Toleman-Hart pada 1984. Di musim selanjutnya, Senna bergabung dengan Lotus dan memenangi enam kali kemenangan dalam tiga musim.
Pada tahun 1988, Senna bergabung bersama Alain Prost di McLaren-Honda. Di tim tersebut skill Senna semakin tampak dan itu dibuktikan dengan merebut tiga gelar juara. Pada musim 1994, dia memperkuat Williams yang menjadi tim terakhirnya.
Kini, dunia kembali mengenang 20 tahun kepergian Ayrton Senna. Salah satunya di pusatkan di trek Imola, dtempat pebalap Brasil ini menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu juga di tanah kelahirannya di Brasil dimana dia masih tetap dipuja, peringatan dilakukan di sirkuit Interlagos, Sao Paolo.
Mantan bos Ayrton Senna di McLaren, Ron Dennis mengatakan bahwa dia tidak heran jika Ayrton Senna hingga saat ini masih tetap dikenang, dan bahkan dipuja sebagai seorang pebalap besar.
"Saya pikir karena dia sangat baik selama dia berada di planet ini. Di atas semuanya, dia hebat. Ia memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang sangat baik. Dia sangat berprinsip," ungkap Ron Dennis.
Tag
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas
-
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ahmad Sahroni Ingatkan KPK: Jangan Sampai Kabur dan Cederai Institusi