Suara.com - Tenggelamnya feri Sewol yang menewaskan lebih dari 300 nyawa menyeret sejumlah pejabat dalam organisasi perdagangan perkapalan ke meja hijau. Badan yang bertugas mengeluarkan izin operasi dan sertifikat bagi kapal tak luput pula dari sasaran penyelidikan.
Penyidik menangkap dua pejabat di Asosiasi Perkapalan Korea (KSA). Mereka dikenai tuduhan menghalangi penyelidikan dengan menghancurkan sejumlah dokumen. Dokumen-dokumen tersebut diduga berisi bukti-bukti lobi yang mereka lakukan kepada pejabat pemerintah.
Selain dua pejabat tersebut, penyidik juga menangkap seorang pejabat KSA atas tuduhan suap. Tak hanya itu, Korean Register (KR), badan yang berwenang melakukan pemeriksaan dan mengeluarkan sertifikat bagi kapal juga menjadi target penyelidikan.
Asosiasi tersebut diduga kerap melakukan lobi untuk mendapatkan proyek industri perkapalan dari Kementerian Kelautan. Sebagai gantinya, pejabat-pejabat KSA diangkat menjadi pejabat-pejabat di Kementerian Kelautan. Sejak KSA terbentuk, 10 dari 12 kepalanya menjadi pejabat di Kementerian Kelautan. Hal yang sama juga terjadi di KR. Sebanyak delapan kepala KR pernah mencicipi posisi pejabat di Kementerian Kelautan.
KSA bertanggung jawab melakukan inspeksi kapal secara rutin seperti bongkar muat kargo serta peralatan keselamatan yang diperuntukkan bagi penumpang. Badan tersebut dibayar oleh pengelola kapal penumpang dan kargo. Badan ini juga mewakili perusahaan perkapalan.
Sebelumnya, penyidik juga telah menahan kru feri Sewol. Sebanyak 15 kru dikenai tuduhan lalai dalam menjalankan tugas. Belakangan terungkap bahwa mereka tidak pernah mendapat latihan formal untuk melakukan evakuasi darurat.
Feri Sewol tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Incehon menuju Pulau Jeju pada 16 April silam. Dari 476 penumpang dan kru, hanya 179 yang selamat. Sebagian besar korban adalah siswa sekolah menengah yang sedang melakukan karya wisata. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok