- Satu pelajar berusia 9 tahun meninggal dunia tertimpa bangunan SD Inpres Oepula yang roboh saat berteduh di TTS, NTT.
- Dua korban lain mengalami luka, satu berat dan satu ringan, setelah bangunan tua yang lapuk tersebut runtuh saat hujan gerimis.
- Bangunan dari tahun 1991 tersebut sudah tidak difungsikan sejak 2023 namun tetap diakses anak-anak untuk bermain.
Suara.com - Insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pelajar terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah bangunan lama milik Sekolah Dasar (SD) Inpres Oepula dilaporkan roboh secara tiba-tiba dan menimpa sejumlah anak yang sedang berada di lokasi tersebut.
Peristiwa memilukan ini menjadi sorotan tajam terkait keamanan fasilitas publik, khususnya bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai namun masih berada di lingkungan pemukiman warga.
Korban meninggal dunia dalam kejadian ini teridentifikasi bernama Noldi Kause, seorang bocah berusia 9 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas 1 SD.
Noldi dilaporkan menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka fatal akibat tertimpa reruntuhan material bangunan tepat pada bagian kepalanya.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka aktivitas bermain anak-anak tersebut akan berakhir dengan maut.
Kronologi Kejadian di Tengah Hujan Gerimis
Peristiwa naas ini bermula ketika sejumlah anak-anak di Desa Oepula sedang menghabiskan waktu bermain di halaman sekolah.
Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi cuaca saat itu sedang turun hujan gerimis. Untuk menghindari basah kuyup, para korban memutuskan untuk berteduh di bawah naungan bangunan tua yang berada di area sekolah tersebut.
Tanpa ada tanda-tanda awal yang disadari oleh anak-anak tersebut, struktur bangunan yang sudah rapuh tiba-tiba runtuh.
Baca Juga: Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus
Suara gemuruh reruntuhan material seketika memecah keheningan desa dan memicu kepanikan warga sekitar.
Warga yang mendengar suara keras tersebut segera berlarian menuju lokasi sumber suara untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi terhadap para korban yang terjepit di bawah puing-puing.
Kondisi Korban dan Proses Evakuasi
Selain Noldi Kause yang meninggal dunia, terdapat dua anak lainnya yang turut menjadi korban dalam insiden ini.
Salah satu di antaranya dilaporkan mengalami luka berat dan harus segera dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka ringan namun tetap dalam kondisi syok akibat kejadian yang berlangsung sangat cepat tersebut.
Berita Terkait
-
Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus
-
Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi
-
Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut
-
Menenun Identitas: Perempuan Sumba, Warna Alam, dan Warisan yang Tak Pernah Putus
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan