Suara.com - Sebanyak 160 warga dari seluruh kecamatan di Sukabumi dilaporkan terjangkit atau tertular penyakit demam berdarah dengue atau DBD sepanjang bulan Januari hingga April. Data tersebut tercatat pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat.
"Tingginya angka penyebaran penyakit ini salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca yang tidak menentu, sehingga mempercepat berkembangbiak nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan Virus Dengue," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Irma Agristina, Kamis (1/5/2014).
Menurut dia sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang meninggal dunia akibat penyakit ini, namun tingginya angka penyebaran penyakit ini pihaknya langsung melakukan tindakan, karena DBD merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian.
Lebih lanjut, pencegahan yanh dilakukan oleh pihaknya ini salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dengan cara pengasapan atau foging. Namun, dengan cara ini pihaknya mengakui hanya membunuh nyamuk dewasa saja, namun untuk jentiknya harus dimuskan dengan cara membersihkan lokasi-lokasi yang menjadi sarang nyamuk.
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada warga untuk ikut memberantas jentik nyamuk dengan menebarkan serbuk Abate yang bisa diminta secara gratis di puskesmas di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, melakukan progam 3M yakni mengubur, menutup dan membersihkan tempat-tempat yang menjadi genangan air secara massal serta pemeliharaan ikan di bak-bak penampungan air baik diluar ruangan maupu di dalam rumah sehingga diharapkan tidak ada kesempatan bagi nyamuk untuk bertelur.
"Kepada warga yang terserang gejala DBD untuk segera membawanya ke tempat pelayanan kesehatan, jika kondisinya sudah parah untuk segera dilakukan perawatan intensif karena, pengidap DBD jika terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian," tambahnya.
Irma mengatakan adapun gejala yang dialami seseorang terjangkit penyakit ini yakni demam tinggi 2-7 hari dan kadang kala bersifat bifasik atau pelana kuda seperti panas akan turun di hari ke tiga dan naik lagi di hari ke empat ini yang disebut fase kritis.
Penderita DBD juga dapat dilihat secara kasat mata karena ada ruam pada kulit dan bintik merah yang tidak memudar jika diusap serta si penderita akan merasa nyeri pada bagian belakang mata dan terakhir adalah mengalami mual.
"Jika melihat ada keluarga yang mengalami gejala seperti ini untuk segera membawanya ke tempat pengobatan atau pelayanan medis dan jangan sampai terlambat," kata Irma. (Antara)
(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!
-
ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs
-
2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi
-
Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN
-
Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030
-
80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak
-
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
-
Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas
-
Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!
-
Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo