Suara.com - Gempa tektonik berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) menguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Jumat (2/5/2014), sekitar pukul 16.15 WIT.
Gempa sempat membuat sejumlah warga berlarian keluar rumah dan kantor.
Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon George Mahubessy mengatakan, titik pusat gempa di 3.72 lintang selatan dan 127.48 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer di bawah laut.
Lokasinya terletak 88 kilometer timur laut Kabupaten Buru Selatan, Maluku.
"Guncangannya di Kota Ambon berkisar 2-3 MMI (getaran terasa setempat) dan tidak berpotensi gelombang pasang (tsunami)," katanya.
Dia memastikan gempa tektonik berpeluang tsunami, apabila guncangannya di atas 6 SR.
"Saya pasti memberitahukan sekiranya terjadi potensi tsunami untuk disosialisasikan agar masyarakat berusaha menyelamatkan diri," ujar George.
Guncangan gempa yang terjadi saat PNS di jajaran pemerintahan siap-siap pulang kantor itu, mengakibatkan mereka berlarian keluar gedung sambil berteriak-teriak.
Para wartawan yang sedang bekerja di ruangan pers kantor Gubernur Maluku juga berlarian keluar gedung tanpa membawa apapun.
Salah seorang warga Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, James Soplanit, juga menyatakan panik saat merasakan guncangan gempa yang kuat tersebut.
"Saya khawatir karena guncangannya terasa kuat sekali dan tolong dicek kemungkinan tsunami atau tidak karena sebagian besar warga Desa Amahusu berada di pesisir pantai," katanya.
Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.
Lempeng Indo Australia yang masuk ke bawah Lempeng Eurasia bertemu dengan Lempeng Pasifik, sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan.(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
BMKG Catat 93 Aktivitas Gempa Susulan di Sulut-Malut, Skala M 2,8 hingga 5,8
-
Video Detik-detik Tsunami Usai Gempa Sulut M 7.6, Muncul Peringatan di 10 Wilayah
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut - Malut, 2 Warga Manado Jadi Korban
-
Polri Pecat Bripda Mesias Siahaya, Pemukul Siswa Pakai Helm hingga Tewas
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar