News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang pesisir Jepang utara pada Senin (20/4/2026), memicu peringatan tsunami serta instruksi evakuasi massal.
  • Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut.
  • KBRI Tokyo terus memantau situasi dan menyediakan layanan darurat 24 jam bagi WNI di wilayah terdampak gempa.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam gempa besar bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Jepang utara, Senin (20/4/2026) sore waktu setempat.

Gempa tektonik yang mengguncang wilayah pesisir tersebut sempat memicu kepanikan massal dan pengaktifan protokol darurat tsunami di sepanjang garis pantai Samudera Pasifik.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa pihaknya, melalui KBRI Tokyo, telah menerima informasi terkait peringatan tsunami di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido menyusul gempa yang terjadi.

Pihak berwenang di Jepang segera mengeluarkan instruksi evakuasi bagi warga yang berada di zona merah rawan gelombang pasang guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.

“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” kata Heni dalam pernyataan tertulis, sebagaimana dilansir Antara.

Ia memastikan bahwa KBRI Tokyo terus melakukan komunikasi intensif dengan simpul-simpul diaspora WNI di wilayah terdampak gempa, khususnya di Prefektur Aomori dan Iwate.

Komunikasi ini bertujuan untuk memetakan keberadaan WNI serta memastikan mereka telah mendapatkan akses informasi mengenai titik-titik evakuasi yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

Demi keselamatan, para WNI di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido diimbau untuk terus memonitor peringatan tsunami serta mengikuti langkah evakuasi menurut imbauan otoritas setempat.

Mengingat karakteristik gempa di Jepang yang sering diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan signifikan, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan hingga status peringatan tsunami resmi dicabut sepenuhnya.

Baca Juga: Tsunami Mengintai Usai Gempa 7,5 M! Warga Jepang Lari ke Dataran Tinggi

Adapun bagi WNI yang menghadapi kedaruratan dan memerlukan bantuan KBRI Tokyo dapat menghubungi hotline KBRI melalui nomor telepon +81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419, kata Heni.

Layanan darurat ini beroperasi 24 jam untuk merespons segala bentuk kebutuhan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada dalam situasi krisis akibat bencana alam.

Gempa berkekuatan 7.4 magnitudo mengguncang Jepang pada Senin waktu setempat, dengan peringatan tsunami diumumkan di Jepang bagian utara dan timur laut.

Berdasarkan data teknis, getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga ke beberapa wilayah di sekitar pusat gempa, memicu aktivasi sistem peringatan dini gempa bumi (Earthquake Early Warning) yang terintegrasi di perangkat seluler warga.

Gempa tercatat terjadi pukul 07:52 GMT (14:52 WIB), dengan episentrum terletak 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate, menurut catatan badan survei geologi AS, USGS.

Kedalaman gempa yang relatif dangkal menjadi faktor utama pemicu potensi gelombang tsunami yang diwaspadai oleh badan meteorologi setempat.

Load More