Suara.com - Ketika menghadiri acara pengukuhan AM Hendropriyono menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Intelijen, Rabu (7/5/2014), Megawati Soekarnoputri dan Wiranto duduk satu meja. Walau duduk berdekatan, mereka hanya sesekali saja saling bicara sepanjang acara.
Usai acara, Megawati tak mau memberitahu wartawan tentang apa yang sempat ia perbincangkan dengan Wiranto tadi. Ia terus berjalan menuju mobil yang kemudian membawanya pergi.
Begitu juga dengan Wiranto, ia tidak mau menjelaskan apa saja yang diperbincangkan di meja makan bersama Megawati.
Dia hanya mengatakan bahwa saat ini Partai Hanura sedang membuka koalisi dengan partai politik lain.
"Dalam Rapat Pimpinan Nasional Hanura yang sudah ditutup semalam, hasilnya memberi mandat kepada Ketua Umum Hanura (Wiranto) untuk melanjutkan lobi politik, baru nanti akan diambil keputusan Hanura akan koalisi kemana. Ini akan saya pertanggungjawabkan dan akan saya jalankan. Hanura ke depan akan ambil peran dalam pemerintahan untuk membangun Indonesia," kata Wiranto.
Ketika wartawan bertanya lagi tentang apakah di meja makan tadi ada lobi politik. "Kan baru diputuskan untuk melanjutkan lobi politik, sekarang ya belum," katanya.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa PDI Perjuangan dan Partai Hanura selama ini sudah sering bertemu.
Namun, ia tidak memberitahu apakah dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara pimpinan kedua partai.
Ketika ditanya tentang apa yang diperbincangkan Mega dengan Wiranto di meja makan tadi, Tjahjo mengaku tidak tahu. Namun, ia menyadari saat itu, Wiranto merasa canggung duduk bersebelahan dengan putri mendiang Presiden RI 1, Sukarno.
"Dia, kan laki sendiri, di sampingnya perempuan," kata Tjahjo.
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Terus Menunjukkan Progres Positif
-
Disetujui Jadi Hakim MK, Adies Kadir Sampaikan Salam Perpisahan Emosional untuk Komisi III
-
Tito Pastikan Proses Belajar Mengajar di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
-
Periksa Enam Orang Saksi, Polisi Pastikan Reza Arap Ada di TKP saat Kematian Lula Lahfah
-
Alarm PHK Massal, Ribuan Buruh Siap Kepung Istana 28 Januari, Tiga Isu Ini Pemicunya
-
Komisi III DPR Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini 8 Poin Kesimpulan Raker Bersama Kapolri
-
Irjen Umar Fana: Lewat KUHP Baru, Polri Tak Selalu Memenjarakan Pelaku Pidana
-
Praswad Nugraha: Tak Boleh Ada Wilayah Kebal di Pemeriksaan Kasus Kuota Haji
-
Permudah Evakuasi Area Tanah Longsor Bandung Barat, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jabar
-
Dipilih Jadi Calon Hakim MK, Adies Kadir Mundur dari Partai Golkar