News / Nasional
Rabu, 07 Mei 2014 | 15:07 WIB
Megawati Soekarnoputri dan Wiranto duduk satu meja (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Ketika menghadiri acara pengukuhan AM Hendropriyono menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Intelijen, Rabu (7/5/2014), Megawati Soekarnoputri dan Wiranto duduk satu meja. Walau duduk berdekatan, mereka hanya sesekali saja saling bicara sepanjang acara.

Usai acara, Megawati tak mau memberitahu wartawan tentang apa yang sempat ia perbincangkan dengan Wiranto tadi. Ia terus berjalan menuju mobil yang kemudian membawanya pergi.

Begitu juga dengan Wiranto, ia tidak mau menjelaskan apa saja yang diperbincangkan di meja makan bersama Megawati.

Dia hanya mengatakan bahwa saat ini Partai Hanura sedang membuka koalisi dengan partai politik lain.

"Dalam Rapat Pimpinan Nasional Hanura yang sudah ditutup semalam, hasilnya memberi mandat kepada Ketua Umum Hanura (Wiranto) untuk melanjutkan lobi politik, baru nanti akan diambil keputusan Hanura akan koalisi kemana. Ini akan saya pertanggungjawabkan dan akan saya jalankan. Hanura ke depan akan ambil peran dalam pemerintahan untuk membangun Indonesia," kata Wiranto.

Ketika wartawan bertanya lagi tentang apakah di meja makan tadi ada lobi politik. "Kan baru diputuskan untuk melanjutkan lobi politik, sekarang ya belum," katanya.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa PDI Perjuangan dan Partai Hanura selama ini sudah sering bertemu.

Namun, ia tidak memberitahu apakah dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara pimpinan kedua partai.

Ketika ditanya tentang apa yang diperbincangkan Mega dengan Wiranto di meja makan tadi, Tjahjo mengaku tidak tahu. Namun, ia menyadari saat itu, Wiranto merasa canggung duduk bersebelahan dengan putri mendiang Presiden RI 1, Sukarno.

"Dia, kan laki sendiri, di sampingnya perempuan," kata Tjahjo.

Load More