Suara.com - Partai Gerindra menyebutkan sejumlah kriteria tokoh yang layak mendampingi calon presiden Prabowo Subianto di bursa Pemilu Presiden 2014. Di antaranya, tokoh tersebut harus sama-sama siap membangun bangsa Indonesia.
"Kriterianya tentu, cawapres yang memiliki visi dan misi program yang sama, yaitu membangun Indonesia yang maju, yang kuat, mandiri dan sejahtera," ujar politisi Partai Gerindra A. Rizal Patria usai diskusi di Hotel Grand Alia, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014).
Rizal menambahkan saat ini bukan lagi eranya ada dikotomi sipil - militer atau Jawa - non Jawa dalam menentukan pemimpin.
"Jadi saya kira banyak sekali kriteria anak bangsa yang memenuhi kriteria cawapres ke depan," katanya.
Selain menjaring nama cawapres, saat ini Partai Gerindra juga tengah membangun koalisi besar. Untuk itu, Partai Gerindra sedang gencar berkomunikasi dengan para petinggi partai politik lain agar mau bergabung.
Ada enam alasan Partai Gerindra membangun koalisi besar, yakni: untuk memenuhi parliamentary threshold, memenangkan Pilpres, bersinegri dengan partai lain, membentuk pemerintahan yang kuat, membentuk parlemen yang kuat, membangun rekonsiliasi nasional, dan melibatkan komponen bangsa untuk sama-sama membangun bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK