Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman meninjau langsung proses rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (9/5/2014) sore.
Kapolri ikut masuk ke ruangan tempat rapat pleno rekapitulasi diselenggarakan. Saat itu, rapat pleno membahas rekapitulasi penghitungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sesampainya di ruangan, Sutarman menyalami politisi PPP Ahmad Yani yang hadir mewakili partainya.
Sutarman menjelaskan kedatangannya ke KPU merupakan bagian dari pengamanan terhadap jalannya rekapitulasi penghitungan suara.
"Petugas kami yang berada di sini kira-kira 700 personil. Untuk mengamankan (pemilu) dan dari teman-teman KPU. Mudah-mudahan jam 17.00 WIB nanti bisa selesai. dan jam 19.00 WIB bisa diumumkan hasil secara nasional," kata Sutarman.
Selain itu, dia mengatakan, apabila terjadi pelanggaran, perlu dilihat jenis pelanggarannya.
"Masyarakat yang menemukan pelanggaran dibolehkan melaporkan ke KPU dan di situ akan dibahas," katanya.
Sutarman menerangkan bila pelanggarannya berjenis administrasi, akan diserahkan ke KPU. Bila pelanggaran etik akan diserahkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sedangkan bila pelanggarannya tindak pidana, diserahkan ke penyidik Polri.
Bila masih ada persoalan sengketa pemilu atau masih ada pihak yang tidak puas dengan hasil rekapitulasi KPU, Sutarman mengatakan hal itu akan diselesaikan di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).
"Garda atau benteng terakhir ada di MK untuk memutus sengketa pemilu. Kita berharap masyarakat dan siapa pun peserta pemilu untuk melakukan langkah hukum apabila ada kecurangan pemilu," kata Sutarman.
"Pengamanannya tetap dari Polri. Kami amankan sampai proses sengketa pemilu di MK," kata mantan Kabareskrim Mabes Polri ini.
Hari ini merupakan hari terakhir bagi KPU untuk menyelesaikan proses rekapitulasi penghitungan suara. Di hari akhir ini, KPU masih melakukan penghitungan di tujuh provinsi, yakni Jawa Barat, Sulawesi barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Berjalannya waktu, Jawa Barat, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur sudah menjalankan sidang pleno. Saat ini, sidang pleno masih berlangsung membahas rekapitulasi untuk Provinsi Bengkulu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!
-
Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
-
Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom
-
Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran
-
Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
-
Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern
-
Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya
-
Puan Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
-
Angka Kekerasan di Jakarta Tembus 35 Ribu Kasus, Pemprov DKI Diminta Segera Cari Solusi
-
Uji Publik Batas Nikotin dan Tar Digelar, Pemerintah Klaim Dengarkan Kekhawatiran Industri Tembakau