Suara.com - Setelah safari politik ke Manado, Sulawesi Utara, calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/5/2014).
Setelah pesawat yang ditumpangi mendarati di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 17.00 WIT, Jokowi langsung berkunjung ke salah satu redaksi koran setempat yang terletak di Jalan Cenderawasih 430.
Dalam pertemuan itu pemimpin redaksi, Jokowi menjawab pertanyaan tentang SDM dan pendidikan di Indonesia.
"Saya kira memang, negara yang mau melesat maju, pembangunan manusianya yang didahulukan, pembangunan SDM yang didahulukan," kata Jokowi.
Kemudian Jokowi memberikan contoh negara yang sudah maju, seperti, Jepang, Jerman, Singapura.
"Di sana, didahulukan pendidikannya," kata Jokowi. "Pendidikan kita harus dimulai dengan karakter, pembangunan sikap, mental."
Kelak setelah memenangkan Pemilu Presiden 2014, Jokowi ingin membenahi sistem pendidikan Sekolah Dasar (SD).
"Saya mau dimulai dari SD diubah kurikulumnya, di SD 50 persen bukan dari pelajaran IPA, Matematika, 78 persen harus budi pekerti, pembangunan karakter," kata Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh
-
Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung
-
Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik
-
Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun