Suara.com - Berbeda dengan cerita kesepakatan kerjasama antara PDI Perjuangan dengan Nasdem yang lebih mulus mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres, cerita rencana koalisi dengan PKB ternyata sedikit rumit.
Dalam pidato deklarasi koalisi tiga partai di markas PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, siang ini, Rabu (14/5/2014), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati bahkan mengklaim rencana koalisi dengan PKB penuh dengan basa-basi.
“Padahal kita sudah berbasa-basi sebulan,” tukas Mega.
Dia juga sempat bercerita dilarang oleh anaknya, Puan Maharani, yang juga politisi di PDI Perjuangan, saat hendak bertemu dengan Muhaimin yang kerap disapa Cak Imin.
“Jangan ma, nanti saja kalau sudah jelas,” ungkap Mega sambil menceritakan pendapat Puan.
Mega juga sempat menantang Cak Imin tentang apa tawaran PKB jika ingin bergabung dengan gerbong PDI Perjuangan.
“Hayo karepmu opo Min? Ya bu, pokoknya ikut nuwun sewu minta izin para sepuh (kyai),” cerita Mega.
Namun kini akhirnya Cak Imin yang juga disebut anak hilang oleh Megawati memutuskan secara resmi dukungan untuk Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan