Suara.com - Warga Sleman membubarkan ibadah yang dilakukan Pendeta Niko di rumahnya di Pangukan, Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Minggu (1/6/2014) karena belum mempunyai izin untuk tempat ibadah.
Juru bicara Kepolisian Yogyakarta Anny Pudjiastuti mengatakan, rumah tersebut sebenarnya sudah lama disegel oleh pengadilan karena tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Pagi tadi, warga mendengarkan ibadah Katolik di rumah yang disegel itu, warga menolak dan kemudian sempat dimediasi oleh Kapolres dan juga Satpol PP. Setelah dilakukan mediasi, Pendeta Niko akahirnya setuju untuk tidak menggelar ibadah di rumah itu,” kata Anny melalui sambungan telepon kepada suara.com, Minggu (1/6/2014).
Anny menambahkan,tidak ada bentrok fisik antara warga yang menolak ibadah di rumah tersebut dengan jemaat Pendeta Niko. Kata dia, proses mediasi berjalan dengan damai.
Sejumlah warga di Sleman, Yogyakarta membubarkan kegiatan ibadah yang dilakukan oleh Pendeta Niko di rumahnya, Minggu (1/6/2014) pagi. Koordinator Jaringan Antariman Indonesia (JAII) Elga Sarapung mengungkapkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kata Elsa, di rumah Pendeta Niko tengah berlangsung ibadah yang diikuti oleh 50 jemaat.
“Warga sekitar di bawah pimpinan Ustad Turmudi marah. Pendeta Niko disalahkan karena rumah dalam kondisi disegel,” kata Elsa dalam pesan pendek yang diterima suara.com, Minggu (1/6/2014).
Ustad Tarmudi melarang Pendeta Niko untuk melakukan ibadat di rumah yang sudah disegel tersebut. Pendeta Niko kemudian mengadakan pertemuan dengan Kapolres.
Kamis lalu, warga Sleman juga membubarkan paksa ibadah Rosario yang dilakukan di rumah Direktur Galang Press, Julius. Warga yang menggunakan jubah tersebut melempar batu dan juga pot bunga ke dalam rumah. Sejumlah jemaat mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Kepolisian Yogyakarta sudah menetapkan seorang tersangka yaitu CH (53 tahun) dalam kasus penyerangan tersebut. Sejumlah saksi mata mengungkapkan, pelaku penyerangan tersebut berasal dari salah satu ormas yang ada di Sleman.
Polisi masih belum mengetahui motif pelaku menyerang rumah Julius. Saat ini polisi masih terus memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui otak dari pelaku penyerangan tersebut. Hingga kemarin, sudah 15 saksi yang diminta keterangan oleh Polres Sleman yang semuanya merupakan korban.
Berita Terkait
-
Berapa Biaya Haji 2026? Simak Rincian Terbaru Jika Harus War Tiket
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
-
Sisakan Sedikit untuk Kami: Seruan Anak-Anak di Ibadah Alam GKJ Baturetno
-
DPR Ungkap Persiapan Haji 2026 Belum 100 Persen Maksimal: Tenda di Arafah-Mina Masih Bermasalah
-
Mengenal Ibadah Alam: Cara Jemaat GKJ Baturetno Menghayati Keluhan Bumi
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi