- Sudin Parekraf Jakarta Selatan intensif mengawasi ratusan tempat hiburan malam selama Ramadan demi ketertiban umum.
- Pengawasan ini berlandaskan Surat Edaran yang mewajibkan penutupan diskotek dan sejenisnya selama periode tersebut.
- Tim gabungan mengerahkan 15 personel, belum menemukan pelanggaran operasional dari pelaku usaha sejauh ini.
Suara.com - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Selatan tengah menggencarkan pengawasan terhadap ratusan tempat hiburan malam (THM) di wilayah mereka sepanjang bulan Ramadan.
Langkah ini diambil demi memelihara ketertiban umum serta menjamin kekhusyukan masyarakat yang sedang menunaikan ibadah puasa.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Jonie Paulus Rumimper mengatakan, pengawasan dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadan.
Pihak berwenang menaruh atensi khusus, mengingat Jakarta Selatan memiliki lebih dari 300 titik hiburan malam yang menjadi salah satu tumpuan sektor pajak pariwisata.
"Kami bergabung bersama tim yang dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan bersama ke sejumlah tempat hiburan selama Ramadan," ujar Jonie, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Pengawasan intensif ini merujuk pada Surat Edaran yang mengatur penyelenggaraan usaha pariwisata pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Berdasarkan beleid tersebut, jenis usaha seperti kelab malam, diskotek, mandi uap, hingga rumah pijat diwajibkan menutup aktivitasnya sejak sehari sebelum Ramadan hingga sehari setelah Lebaran kedua.
Kendati demikian, terdapat pengecualian khusus bagi tempat hiburan yang berlokasi di hotel berbintang empat dan lima atau kawasan komersial tertentu, selama tidak berdekatan dengan permukiman warga dan rumah ibadah.
"Kami telah memasang stiker buka atau tutup pada industri pariwisata sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terang Jonie lagi.
Baca Juga: DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
Dalam setiap giat pemantauan di lapangan, Jonie mengerahkan sedikitnya 15 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, hingga jajaran pemerintah daerah.
Hingga memasuki pertengahan pekan ini, petugas mengklaim para pelaku usaha pariwisata di Jakarta Selatan masih menunjukkan sikap kooperatif terhadap aturan yang ada.
"Belum ditemukan pelanggaran terhadap aturan operasional tempat hiburan yang telah ditetapkan," beber Jonie.
Pemerintah berharap, sinergi antara pelaku usaha dan masyarakat dapat menciptakan suasana ibu kota yang tetap kondusif hingga penghujung bulan suci.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!
-
Kisah Cristiano Ronaldo Berpuasa Ramadan Terungkap Lewat Pengakuan Mantan Rekan Setimnya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas
-
Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan