Suara.com - Gunung Sangeang di Sangiang Pulo, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tengara Barat meletus Jumat, 30 Mei 2014 kemarin. Akibat letusan ini, sejumlah penerbangan menuju dan dari bandara di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur lumpuh.
Seperti yang terjadi hari ini, Minggu (01/06/2014), penerbangan dari Bandara International Juanda Surabaya menuju Bandara El Tari Kupang dan Bandara lain di Nusa Tenggara Timur lumpuh akibat adanya abu vulkanik yang mengganggu jarak pandang pilot.
"Hari ini aktivitas penerbangan mengalami stagnasi dan kalau kalaupun ada terjadi "delay" pasca erupsi Gunung Sangiang," kata Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Gabriel Lusi Keraf yang dihubungi melalui telepon genggam, di Kupang, Minggu.
Ia mengatakan sejak pagi hingga Minggu petang penerbangan Lion Air dan Citilink, Sriwijaya dan Garuda dari dan menuju Surabaya dengan rata-rata membawa penumpang hingga 200 orang lebih praktis batal.
Kecuali katanya penerbangan perintis dari dan ke sejumlah pulau dalam wilayah kepulauan ini yang melakukan aktivitas penerbangan karena dampak abu vulkanik tidak terlalu menghambat pamandangan pilot dalam menerbangkan pesawat.
Dia menyebutkan rute penerbangan yang dibatalkan itu adalah Denpasar - Labuan Bajo - Ende - Kupang, Denpasar - Tambolaka - Kupang, Jakarta - Mataram - Kupang, Jakarta - Denpasar - Kupang, begitu pula dengan rute penerbangan sebaliknya.
Menurut dia keputusan untuk membatalkan penerbangan dari dan menuju ke Bandara El Tari bukan sebatas alasan penerbangan tetapi keselamatan penumpang lebih diutamakan.
"Sampai saat ini kami masih terus memantau perkembangan letusan Gunung Sangeang dan penundaan penerbangan belum bisa diprediksi sampai kapan. Yang jelas sampai tidak ada lagi abu vulkanik yang menganggu lalu lintas penerbangan," katanya.
Sejauh ini, kata dia, informasi dari pusat vulkanologi menyebutkan, dampak meletusnya gunung yang terletak di Kabupaten Bima itu sudah terasa hingga ke wilayah NTT dan sudah menuju wilayah udara Australia.
Sementara itu dari Mataram dilaporkan aktivitas penerbangan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilayani maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, dibatalkan terkait erupsi Gunung Sangiang Api.
"Ada pembatalan rute penerbangan Lombok-Kupang, sejak kemarin, sampai diyakini tidak lagi terganggu erupsi Gunung Sangeang Api itu," kata Indra Ramdani, petugas pelayanan tiket Garuda di Bandara Internasional Lombok (BIL), Minggu.
Indra dikerumuni penumpang pesawat Garuda rute penerbangan Lombok-Kupang yang kesal karena pembatalan rute penerbangan itu, tidak disertai pemberitahuan terlebih dahulu.
Pantauan di Bandara El Tari Kupang, Minggu petang bukan hanya Garuda Indonesia yang membatalkan jadwal penerbangan, tetapi Lion Air dan City Link juga membatalkan penerbangan tujuan Kupang - Surabaya - Jakarta.
Tidak seperti yang terjadi di Mataram dimana penumpang yang telah memegang tiket untuk berangkat melakukan protes ke petugas maskapai Garuda di Lombok.
Sejumlah penumpang yang ditemui di Bandara El Tari Kupang, menyatakan umumnya mereka memahami keputusan yang diambil Garuda Indonesia itu, demi keselamatan penumpang.
Berita Terkait
-
Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Penerbangan Terakhir: Antara Lelaki Judol dan Wanita Korban Manipulasi
-
Asli Pacaran, Adegan Mesra Jerome Kurnia dan Nadya Arina Jadi Sorotan
-
Pacaran Beneran, Jerome Kurnia Ngaku Baru Ciuman dengan Nadya Arina demi Film Penerbangan Terakhir
-
Hadiri Premier Film Penerbangan Terakhir, Bella Damaika Mantan Selingkuhan Pilot Tuai Hujatan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK
-
Sabu 1,04 Kg Gagal Edar di Kemayoran, Polda Metro Tangkap Sosok Perempuan Ini di Pinggir Jalan!
-
7 Fakta OTT KPK di Bea Cukai, Bos PT Blueray Jadi Buronan KPK!
-
7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono
-
Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas
-
Langit Jabodetabek Mendung Pekat, BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat Siang Ini
-
Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!