Suara.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menilai dibandingkannya pemilu presiden dengan perang Badar merupakan sesuatu yang berlebihan. Perang Badar adalah perang antara umat Islam melawan orang kafir di masa Nabi Muhammad SAW.
"Saya pribadi tidaklah berpandangan demikian (Pilpres 2014 sama dengan Perang Badar). Perang Badar sendiri merupakan peperangan antara Muslimin dan Musyrikin (orang syirik yang menyekutukan Allah). Sementara pasangan yang bersaing dalam kontestasi pilpres itu antara Muslim dan Muslim. Kurang arif jika digolongkan seperti itu, hal itu tidak perlu," kata Din di kantor MUI, kawasan Monumen Proklamasi, Jakarta, Kamis, (5/6/2014).
Din justru mendorong masyarakat, terutama orang Islam yang memiliki hak pilih, untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014 tanpa harus terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi semakin banyak beredar kampanye negatif yang menggunakan isu SARA.
Menurut dia, isu-isu itu sangat sensitif dalam memecah belah persatuan umat, terutama di periode jelang pemungutan suara Pilpres 2014.
"Janganlah terjebak pada permusuhan dan pertentangan menuju perpecahan. Silakan tentukan pilihannya masing-masing sesuai fatwa kalbu masing-masing," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais mengatakan pihaknya akan menggunakan mental Perang Badar dalam menghadapi pemilu presiden ini.
Partai berlambang matahari itu sendiri tergabung dalam koalisi yang mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, rival dari Joko Widodo- Jusuf Kalla.
Amien saat itu mengutip semangat Perang Badar sebagai semangat perjuangan memenangkan Prabowo-Hatta, atau mengenyampingkan politik bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan jika pasangan nomor urut satu itu mampu keluar sebagai pemenang dalam Pilpres 2014.
"Dahulukan perjuangan ketimbang bagi-bagi harta rampasan perang, jangan menerapkan mental Perang Uhud (yang mengedepankan rampasan perang)," kata dia.
Menurut petinggi PAN itu, perjuangan tentara Muslim dalam Perang Badar juga membawa semangat ikhlas membela kehormatan diri dan tanah air.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo meluruskan pernyataan Amien Rais terkait Perang Badar. Menurut dia, pernyataan seniornya dipelintir oleh berbagai pihak. Drajad mengatakan pemelintiran itu seolah-olah menggelorakan peperangan antara Muslim dan non-Muslim padahal bukan begitu adanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Parade Harmoni Imlek Nusantara 2026 Digelar Sore Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Jabodetabek Sore Ini
-
Menhan AS Ancam Penantang Washington: Akan Bayar Harga Mahal!
-
Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS