Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertimbangkan untuk memasukkan isu hak asasi manusia (HAM) dalam debat capres-cawapres, sesuai dengan permintaan Komisi Nasional (Komnas) HAM. Hal itu dikatakan oleh Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, di Jakarta, Kamis (5/6/2014) malam.
"Kami tadi menerima kedatangan Komnas HAM. Mereka minta supaya KPU memasukkan isu HAM dalam debat capres-cawapres nanti. Tentu kami mempertimbangkan itu bisa masuk dalam materi debat," kata Hadar, di Gedung KPU Pusat.
Ketua Komnas HAM, Hafid Abbas sendiri berharap, dengan adanya isu HAM, nantinya capres-cawapres terpilih dapat berkomitmen mewujudkan keadilan HAM bagi bangsa Indonesia.
"Bangsa harus menjaga hak setiap warga negaranya. Tanpa keadilan HAM, kita sebagai bangsa akan semakin meredup," kata Hafid.
Sementara, anggota Komnas HAM, Otto Nur Abdullah, juga mengatakan bahwa isu HAM penting untuk disertakan dalam debat capres-cawapres. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui komitmen dari masing-masing pasangan calon.
"Masyarakat perlu mengetahui bagaimana komitmen capres-cawapres dalam menjaga keadilan HAM. Tidak hanya menyelesaikan kasus-kasus yang telah terjadi, tetapi bagaimana calon pemimpin kita menjaga keadilan HAM dalam waktu yang akan datang," katanya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan debat, pihak KPU mengaku telah mengubah metode debat capres-cawapres, usai pembahasan dengan tim dari kedua pasangan calon. Jika awalnya debat disusun dua kali untuk capres dan dua kali bagi cawapres, maka kini cawapres cukup satu kali saja, plus debat antar-pasangan. (Antara)
Berita Terkait
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat