Suara.com - Kehadiran calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam Forum Temu Mitra Regional LPDB KUMKM di Bandung, Jawa Barat pada Kamis (5/6/2014) kemarin dipertanyakan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Acara tersebut dihadiri anggota gerakan koperasi dari berbagai provinsi.
"Saya ditelepon oleh Bawaslu menyangkut kehadiran Prabowo dalam acara kami," kata Direktur Utama LPDB KUMKM Kemas Danial di Bandung, Jumat (6/6/2014).
Pihaknya menggelar acara Temu Mitra Regional LPDB KUMKM pada 5-6 Juni 2014 yang dihadiri lebih dari 500 mitra dana bergulir dari 14 provinsi di bagian barat wilayah Indonesia.
Dalam acara itu, Prabowo didampingi pengusaha Golkar Aburizal Bakrie hadir dan memberikan pidato kunci dalam kapasitasnya sebagai tokoh nasional dan pengusaha sukses yang menyampaikan pengalaman.
"Saya jelaskan kepada Bawaslu bahwa pada dasarnya kita undang kedua capres ini tapi tidak dalam satu forum, dalam event berbeda," katanya.
Rencananya pihaknya juga menghadirkan capres Joko Widodo dalam temu mitra regional selanjutnya di Bali pada 19 Juni 2014.
"Di Bali jika Jokowi hadir akan kami perlakukan sama seperti ini, silakan saja justru kami senang," katanya.
Pihaknya sudah mengundang Jokowi secara resmi dan undangan sudah sampai hingga ke Ketua Umum PDI Perjuangan, namun belum ada konfirmasi resmi kehadiran capres Jokowi.
Pada temu mitra di Bandung pada Kamis (5/6/2014) Prabowo berpidato di depan forum mitra dana bergulir dan menjanjikan akan mengalokasikan Rp50 triliun dana bergulir bagi koperasi dan UMKM jika terpilih sebagai presiden dalam Pilpres 2014. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat