Suara.com - Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Tengah mengungkap indikasi adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang mengarahkan pemilih ke calon presiden dan calon wakil presiden tertentu melalui dunia maya seperti facebook.
"Saya liat itu di media sosial. Saya tidak paham apakah mereka lupa atau sengaja bahwa apa yang mereka lakukan sudah mengarah ke calon tertentu," kata anggota Bawaslu Sulawesi Tengah Asirfai di Palu, Jumat (6/6/2014).
Dia mengatakan kampanye berupa ajakan, mempengaruhi orang lain, itu masuk dalam ranah tindak pidana pemilu yang melibatkan oknum pegawai negeri sipil.
Asrifai mengatakan Bawaslu hanya mengingatkan pegawai negeri yang hobi bermain di media sosial agar berhati-hati sebab itu bisa menjadi alat bukti keterlibatan mereka.
Bawaslu Sulawesi Tengah juga sudah mengirim surat ke Gubernur Sulawesi Tengah untuk mengingatkan jajarannya tidak melibatkan pegawai negeri sipil dalam kampanye pemilihan presiden.
"Harapan kami ini sampai ke tingkat bawah termasuk bupati/wali kota agar mengingatkan aparatnya," katanya.
Dia mengatakan salah satu instrumen yang ikut memberi pengaruh besar dalam memengaruhi orang lain adalah kepala desa.
Asrifai mengatakan pada pemilu 9 April 2014 diduga banyak kepala desa yang terlibat memengaruhi orang lain.
"Kita berharap ini tidak terjadi pada pemilihan presiden," katanya.
Bawaslu kata Asrifai berharap kepala daerah tidak sekadar menghimbau namun perlu tindakan jika ada pegawai negeri sipil yang melakukan keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon presiden dan ikut memengaruhi orang lain.
Dia menegaskan Undang-Undang Nomor 42/2008 tentang Pemilihan Presiden bahwa pegawai negeri sipil dilarang mengadakan kegiatan yang berpengaruh pada keberpihakan terhadap pasangan calon presiden-calon wakil presiden.
Dia mengatakan larangan kegiatan memengaruhi orang lain berlaku sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye.
Asrifai mengatakan kampanye tersebut berupa pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, pemberian barang kepada pegawai negeri sipil dalam lingkup unit kerja, anggota keluarga dan masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah