Suara.com - Kepala Sub Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Yan Wely Wiguna mengatakan pihaknya hanya menjalankan prosedur keimigrasian ketika mendeportasi 20 guru Jakarta International School.
"Terbukti ada aturan yang dilanggar, maka kami lakukan tindakan keimigrasian," kata Yan Wely kepada suara.com di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jalan Rasuna Said, Kav. X-6, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/6/2014).
Ketika ditanya bagaimana bila ternyata ada guru yang ternyata ikut terlibat dalam kasus kejahatan seksual di JIS, sementara sudah dideportasi, Yan Wely menegaskan itu nanti urusan polisi dengan Interpol.
"Walaupun sudah dipulangin, lain cerita, berati mekanismenya polisi harus berkerjasama dengan Interpol, itupun tergantung dari negaranya mau atau tidak memakai berkas, atau fakta yang memakai di negara lain," katanya.
Yan Wely mengatakan kewenangan imigrasi hanya menjalankan prosedur keimigrasian.
"Kami tidak berani menjustifikasi, kewenangan kami hanya sampai di keimigrasian, justifikasi atau tidak biarkan penyelidik yang memeriksa untuk nanti penuntutan sampai penetapan di pengadilan," katanya.
Kasus ini merupakan kelanjutan dari kasus kejahatan seksual yang dialami murid TK JIS. Murid tersebut disodomi oleh beberapa pekerja JIS. Penyelidikan terhadap kasus ini merembet ke soal perizinan sampai izin para gurunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan