Suara.com - Hasil survei dari Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network memaparkan bahwa pasangan capres cawapres nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla masih mengungguli kandidat nomor urut satu Prabowo-Hatta Rajasa.
Penelitian yang dilaksanakan dalam rentang waktu sepekan, dilakukan sejak tanggal 1-9 Juni 2014 dan melibatkan 2.400 responden di 33 Provinsi, dengan margin of error 2 persen.
Hasilnya, 45 persen responden memilih Jokowi-JK dan 38,7 persen responden memilih pasangan Prabowo Hatta.
Namun khusus responden pemilih Jokowi masih keraguan dan bisa berubah pandangan, demikian juga responden yang mendukung Prabowo.
"Masih ada 8,1% masih ragu dan kemungkinan masih bisa berubah pandangan, sedangkan dari 38,7 % responden yang memilih Prabowo, sebanyak 7,8 % masih ragu-ragu," Jelas Pembicara LSI Network, Fitri Hari di Graha Dua Rajawali-LSI, Jakarta Timur, Kamis (26/6/2014).
Dia juga mengatakan bahwa kemenangan Jokowi-JK karena didukung oleh kaum perempuan dan segmen pemilih lainnya secara merata.
"Pasangan Jokowi-JK menang disegmen pemilih yang berjenis kelamin perempuan, pemilih yang pendidikannya menengah ke bawah, golongan NU, dan hampir semua Propinsi selain Jawa Barat yang dimenangkan oleh Prabowo," lanjut Fitri.
Meskipun begitu, kedua pasangan calon menurut Fitri harus bekerja lebih keras lagi untuk meyakinkan pemilih yang masih galau, dimana jumlahnya sebesar 32%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan