Suara.com - Sebanyak 165 petugas gabungan akan dikerahkan dalam rangka melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang berada di wilayah Jakarta, selama bulan suci Ramadan.
Petugas gabungan itu terdiri atas 30 petugas dari Polda Metro Jaya, 10 petugas dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI, 10 petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, 75 petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI, serta 50 petugas Satpol PP tingkat kotamadya.
"Pengawasan ini akan kita mulai Jumat besok, dan terus dilakukan secara rutin selama bulan puasa. Pengawasan ini dilakukan di tempat-tempat hiburan malam yang tersebar di Jakarta," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).
Menurut Kukuh, mulai Kamis ini ratusan petugas gabungan itu juga sudah melakukan pemasangan stiker bertuliskan "Tutup" bagi tempat hiburan yang harus tutup selama bulan puasa. Sementara stiker "Buka" dipasang bagi tempat hiburan yang diizinkan buka namun telah diatur waktu operasionalnya.
"Seluruh petugas gabungan sudah mulai melakukan penempelan stiker tersebut di tempat-tempat hiburan malam. Kemudian, sudah ditentukan juga mana yang harus ditutup penuh, mana yang boleh buka pada jam tertentu," ujar Kukuh.
Kukuh menuturkan, tercatat sebanyak 1.799 tempat hiburan yang tersebar di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 persen atau 898 tempat hiburan, harus ditutup sepenuhnya selama Ramadan.
"Sedangkan sebanyak 30 persen atau 529 tempat hiburan, boleh beroperasi pada waktu yang telah ditentukan, dan 20 persen atau 372 tempat hiburan masih boleh beroperasi selama bulan puasa," tutur Kukuh.
Kukuh pun memaparkan, pengawasan tempat hiburan malam itu merupakan kebijakan yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 tahun 2004 tentang Kepariwisataan, serta Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 98 tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata di DKI Jakarta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!