Suara.com - Pasukan Israel menemukan jenazah tiga remaja Israel yang selama ini hilang di kawasan Tepi Barat, hari Senin (30/6/2014). Ketiganya hilang sejak tiga pekan silam dan Israel menduga mereka diculik oleh militan Hamas.
Jenazah Gil-Ad Shaer, (16), Naftali Fraenkel (16), dan Eyal Yitfrah, (19), ditemukan di sebuah ladang di dekat Hebron. Israel mengatakan, lokasi itu didiami 2 anggota Hamas yang dituding sebagai tersangka penculik. Kini, keduanya masih buron.
Atas temuan itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar sesi rapat kabinet khusus untuk mempertimbangkan langkah militer terhadap Hamas. Sementara itu, Menteri Ekonomi Israel Naftali Bennett melontarkan kecaman atas penculikan dan pembunuhan tersebut.
"Tidak akan ada pengampunan untuk pembunuh anak-anak dan bagi mereka yang menyuruh mereka. Inilah saatnya untuk bergerak," kata Bennett.
Isu penculikan ini digunakan pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk mendesak agar Presiden Palestina Mahmoud Abbas membantalkan kesepakatan rekonsiliasi yang dicapainya dengan Hamas.
Operasi pencarian ketiga remaja tersebut sudah berlangsung selama 18 hari. Pasukan Israel menyisir desa-desa dan kota di Palestina. Mereka menahan para aktivis Hamas dan menutup institusi-institusi organisasi tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi