Suara.com - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Nani Indrawati, menilai terdakwa kasus korupsi proyek sistem komunikasi radio terpadu, Anggoro Widjojo, tidak konsisten dalam memberikan keterangan di persidangan. Keterangan Anggoro dinilai sering berubah-ubah.
"Saudara terdakwa dalam memberikan keterangan tidak konsisten, dimana awalnya mengakui adanya pemberian uang kepada MS Kaban, yang juga terbukti melalui rekaman percakapan dan pesan singkat, namun kemudian tidak mengakuinya lagi," kata Nani saat membacakan fakta persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2014).
Menurut majelis hakim, keterangan saksi bernama MS Kaban, selaku Menteri Kehutanan (ketika itu), yang menyangkal tidak menerima uang dari Anggoro merupakan tindakan yang berupaya untuk menghindar.
Majelis hakim mengatakan pemilik PT Masaro Radiokom juga tidak mengakui pernah memberikan uang kepada MS Kaban.
Menurut hakim, keterangan keduanya tidak didukung oleh barang bukti. Karena itu, majelis hakim tetap berkesimpulan bahwa Anggoro memberikan uang kepada MS Kaban.
"Keterangan keduanya yang menyangkal apa yang terjadi hanyalah upaya untuk menghindari saja, karena apa yang dikatakan keduanya tidak didukung oleh bukti. Kami berkesimpulan bahwa Anggoro telah memberikan uang kepada MS Kaban," kata Nani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius