Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari sangat menyayangkan stasiun TV One mengangkat pemberitaan yang memunculkan kesan PDI Perjuangan mengusung kader Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Marahlah kita. Mau menang (pilpres) ya jangan begitulah. Ini keterlaluan. Bajindul betul. Zalim," kata Eva kepada suara.com, Rabu (2/7/2014) malam.
Eva mengungkapkan kunjungan kerja kader PDI Perjuangan ke Cina sesungguhnya bukan hal yang baru. Kader-kader dari partai lain pun pernah melakukan hal yang sama. Bahkan, Eva sendiri sebelumnya pernah belajar ke berbagai negara, seperti Jerman dan Inggris. Tapi, semua itu tidak diberitakan oleh TV One.
"Lha ini, kok hanya karena kunjungan 10 hari ke Cina, lalu distigma komunis," kata Eva.
Eva yang mengaku sangat kesal itu kemudian menyinggung soal lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur. "Jangan lupa, aku ini korban Lapindo yang sampai sekarang belum dibayar, sekarang didzolimi Tvone. Korban Lapindo, didzolimi," katanya.
Gara-gara berita yang mengait-ngaitkan PDI Perjuangan dengan PKI, kata Eva, ibunya sampai khawatir.
"Ibuku berusia 82 tahun sampai ndrodok (gemetar). Eva, Pramono, Rieke, dianggap komunis hanya karena kunjungan ke sana (Cina)," kata Eva.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo meminta kepada semua kader partai banteng moncong putih siaga satu.
“Sikap saya sebagai sekjen partai anggota kader PDI Perjuangan segera kami ‘siaga satu’ disiapkan segera mengepung studio TV One,” kata Tjahjo Kumolo.
“Disiagakan atau dikonsolidasikan seluruh kader sambil menunggu perintah lanjut,” Tjahjo menambahkan,
Menurut Tjahjo pemberitaan yang mengesankan PDI Perjuangan kawan PKI, maka PDI Perjuangan adalah musuh TNI AD, merupakan fitnah yang kejam.
“Fitnah sudah pada situasi kritis seolah PDI Perjuangan mengusung kader PKI. PDI Perjuangan kawan PKI, maka PDI Perjuangan musuh AD di ‘berita TV One,’” katanya.
PDI Perjuangan merupakan pimpinan koalisi pengusung capres-cawapres, Joko Widodo - Jusuf Kalla. Pasangan ini bersaing dengan duet Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini
-
Kisah Anak-Anak Terpinggirkan di Kebumen Jadi Perhatian Gus Ipul
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen