Suara.com - Siapa Presiden Amerika Serikat paling buruk pasca-Perang Dunia II? Jawabannya bukan George W. Bush melainkan Barrack Obama. Itu merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Quinnipac University Poll.
33 persen responden menyebut nama Obama sebagai Presiden Amerika terburuk sejak Perang Dunia II dan 28 persen memilih George W. Bush.
“Sepanjang 69 tahun sejarah Amerika dan 12 presiden, Presiden Barrack Obama berada di bawah George Bush dalam tingkat popularitas,” kata Tim Malloy, asisten direktur Quinnipac University Poll.
Obama dan Bush memang Presiden paling terakhir karena itu ahli sejarah akan memberitahu anda apa yang diperlukan dalam beberapa dekade untuk mengukur performa yang dicapai seseorang saat menjabat Presiden.
Sementara itu, kategori Presiden Amerika Serikat terbaik diraih Ronald Reagan dengan 35 persen disusul Bill Clinton (18 persen) dan John F Kennedy (15 persen). Obama hanya meraih 8 persen dalam kategori presiden terbaik.
45 persen responden juga mengungkapkan, Amerika Serikat akan lebih baik andai Mitt Romney berhasil mengalahkan Obama pada pemilu presiden 2012 lalu. Sementara itu, 38 persen responden menyatakan, ekonomi Amerika akan buruk apabila dipimpin Romney. (USAToday)
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz
-
Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara